Derby Timur Laut selalu punya cerita. Minggu sore itu, St. James' Park bergemuruh, tapi yang pulang dengan senyum lebar justru pendukung Sunderland. Mereka menang tipis 2-1 atas Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer Inggris.
Padahal, awal pertandingan menjanjikan bagi tuan rumah. Hanya butuh sepuluh menit bagi Anthony Gordon untuk menceploskan bola ke gawang Sunderland, memanfaatkan umpan matang dari kawannya. Gol cepat itu seperti memberi angin segar. Babak pertama berakhir dengan keunggulan 1-0, dan suasananya terasa mendukung The Magpies.
Namun begitu, sepakbola adalah permainan dua babak. Setelah turun minum, wajah pertandingan berubah total. Sunderland keluar dengan nafsu yang berbeda, lebih agresif dan berani menekan. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil di menit ke-57. Chuba Akpom Talbi, dengan tenang, menyamakan kedudukan. 1-1.
Skor imbang itu seperti menyulut bensin. Laga jadi semakin panas, sengit, dengan kedua pelatih sibuk melakukan rotasi pemain mencari formula kemenangan. Kedua kubu saling serang, tapi gol seolah enggan datang.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di MotoGP
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pos Pengamanan Mudik 2026 di Medan
IM57+ Kritik Keras Pengalihan Status Tahanan Yaqut ke Rumah
MUI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Keterlibatan Indonesia di Board of Peace