Warga di delapan kabupaten di Papua Pegunungan diminta bersiap. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Wamena mengeluarkan imbauan waspada cuaca ekstrem. Potensi ini diprediksi bakal berlangsung hingga April 2026 mendatang.
Kabupaten yang perlu siaga antara lain Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, dan Tolikara. Lalu ada juga Yahukimo, Pegunungan Bintang, Yalimo, serta Mamberamo Tengah. Intensitas hujan yang masih tinggi di kawasan ini menjadi pemicu utama.
Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena, Laura SM Runggeari, menjelaskan lebih detail. Menurutnya, hampir semua wilayah Papua Pegunungan masih berada dalam periode musim hujan.
"Bencana hidrometeorologi itu bencana alam yang dipicu aktivitas atmosfer, cuaca, iklim, dan hidrologi," ujar Laura di Wamena, Rabu (4/3/2026).
Dia menyebut contohnya seperti hujan lebat, angin kencang, atau suhu ekstrem. Warga, kata dia, perlu benar-benar mengantisipasinya.
Nyatanya, ancamannya sudah terlihat. Beberapa daerah di Papua Pegunungan telah mengalami banjir dan tanah longsor. Ini terjadi saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur.
"Ancaman bencana hidrometeorologi lainnya meliputi kekeringan dan puting beliung," tambah Laura.
Dia pun berpesan khusus. Masyarakat di delapan kabupaten tadi harus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
"Lebih berhati-hati saat hujan turun, dari intensitas rendah sampai lebat. Apalagi kalau terjadi di malam hari, kewaspadaan harus ditingkatkan," pesannya.
Intinya, situasinya belum aman. Musim hujan masih bercokol, dan ancaman bencana hidrometeorologi masih nyata di depan mata. Persiapan dan kehati-hatian jadi kunci.
Artikel Terkait
Polisi Dubai Tangkap Daniel Kinahan, Buronan Irlandia yang Diduga Otak Geng Kriminal
BNI Kembalikan Dana Nasabah Rp28 Miliar di Kasus Aek Nabara Secara Bertahap
Prajurit UNIFIL Tewas Ditembak di Lebanon Selatan, Prancis Tuduh Kelompok Bersenjata
Lansia 76 Tahun Berjuang Lunasi Utang Rp 500 Juta Lewat Lukisan