Performa PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) di tahun 2025 benar-benar melesat. Aktivitas pasar yang memanas rupanya ikut mendongkrak kinerja sekuritas ini. Bagaimana tidak, pendapatan usahanya meroket 85 persen menjadi Rp1,68 triliun. Angka ini jauh melampaui capaian tahun 2024 yang 'hanya' Rp907 miliar.
Rinciannya begini. Dari pelanggan, TRIM meraup Rp869 miliar. Sementara itu, hasil dari investasi menyumbang Rp810 miliar. Kalau dirunut lebih dalam, sumber pendapatan terbesarnya justru datang dari dividen dan bunga, yang mencapai Rp549 miliar.
Di posisi berikutnya, ada jasa kegiatan manajer investasi sebesar Rp445 miliar. Lalu, keuntungan dari efek Rp260 miliar, dan komisi perantara efek Rp223 miliar. Tidak ketinggalan, segmen penjamin emisi efek dan penasihat keuangan juga memberi kontribusi masing-masing Rp193 miliar dan Rp56 miliar.
Nah, yang menarik perhatian adalah porsi perdagangannya di bursa. Sepanjang tahun lalu, nilai rata-rata perdagangan harian lewat TRIM menyentuh Rp965,6 miliar. Angka itu setara dengan 5,3 persen dari total transaksi harian BEI yang mencapai Rp18 triliun. Berdasarkan data itu, Trimegah pun duduk di peringkat ke-12 sebagai sekuritas terbesar.
Tapi bisnis mereka tak cuma saham. Trimegah juga aktif sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana atau APERD. Hingga akhir 2025, mereka sudah menjalin kerja sama dengan 27 manajer investasi, baik lokal maupun asing. Dana kelolaannya terkumpul Rp4,3 triliun dari 219 produk reksa dana yang dipasarkan.
Artikel Terkait
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis
Kementerian Pertanian Siapkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Andalan