Di akun Facebook pribadinya, Abdul Gaffar Karim dosen Fisipol UGM itu baru saja membagikan sebuah refleksi yang cukup menusuk. Ia bicara soal demokrasi, tapi dengan cara yang berbeda dari buku-buku tebal.
Sudah lama para ilmuwan politik menulis ratusan halaman. Mereka berusaha menjelaskan bahwa kondisi demokrasi di banyak tempat sedang tidak baik-baik saja. Istilah-istilah akademik pun bertebaran: democratic erosion, backsliding of democracy, atau the shrinking democratic space. Ada juga yang lebih dramatis, menulis buku berjudul How Democracies Die.
Tapi menurut Gaffar, semua uraian panjang lebar itu tiba-tiba terangkum utuh hanya dengan empat kata. Baginya, keempat kata ini ibarat muara dari puluhan sungai analisis yang berliku-liku. Ringkas, kongkret, dan langsung nyangkut di kepala.
Lalu, apa empat kata itu?
Artikel Terkait
Operasi AS di Venezuela Tewaskan 80 Orang, Maduro Ditahan di New York
Dino Patti Djalal Sindir Kemlu: Jangan Hanya Jadi Penurut AS
Bibit Siklon Tropis 91S Menguat, BMKG Peringatkan Dampak hingga Pesisir Jawa
Si Jago Merah Melalap Rumah di Tanjung Duren, 13 Unit Damkar Dikerahkan