“Capaian ini didorong berbagai intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani,” ujar Roni.
Dia menambahkan, pemerintah terus mendorong penggunaan varietas unggul dan memperkuat sistem perbenihan nasional. Itu semua bagian dari upaya besar mewujudkan swasembada.
Lalu, dari mana saja kontribusi utama ini datang? Jawa Timur masih memegang tampuk sebagai sentra produksi tebu terbesar. Posisi berikutnya diisi oleh Lampung dan Jawa Tengah. Namun begitu, pemerintah tak hanya berpuas diri. Perluasan kawasan tebu terus digencarkan ke beberapa provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, sampai ke Gorontalo dan kawasan Nusa Tenggara. Ini adalah bagian dari strategi ekstensifikasi jangka panjang.
Roadmap yang jelas sudah ada. Berdasarkan Kepmenko Nomor 418 Tahun 2023, target produksi gula nasional pada 2027 ditetapkan sebesar 3,27 juta ton. Perjalanan masih panjang, tapi langkah awal tahun 2025 ini memberi sinyal yang cukup positif. Tantangan ke depan tentu masih banyak, namun optimisme itu ada.
Artikel Terkait
CEO BlackRock Peringatkan AI Berpotensi Perlebar Kesenjangan Kekayaan
Fabregas Persembahkan Kemenangan Telak Como untuk Almarhum Michael Bambang Hartono
Arus Balik Diprediksi Puncak Besok, Bakauheni Sudah Padat Sejak Hari Ini
Keluarga Ungkap Riwayat KDRT dan Keguguran Berulang Anggi, Korban Pembunuhan Mantan Suami Siri