Di Kompleks DPR RI Senayan, Selasa lalu, Rosan Roeslani mengonfirmasi sebuah langkah strategis. Danantara Indonesia, badan pengelola investasi yang ia pimpin, resmi mendirikan sebuah BUMN baru: Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas. Ini bukan sekadar tambahan di peta BUMN pertambangan. Perminas punya tugas khusus, menggarap komoditas yang selama ini belum banyak disentuh korporasi pelat merah lainnya.
"Memang Perminas ini peruntukannya untuk tanah jarang atau rare earth (elements)," ujar Rosan.
Jadi, fokusnya jelas. Rare earth. Kelompok mineral kritis ini dinilai punya prospek luar biasa, mirip dengan mineral strategis lain. Rosan bilang, pendirian Perminas mengikuti pola yang sudah ada. Ambil contoh batu bara, yang dikelola PT Bukit Asam. Atau nikel lewat Vale Indonesia, dan emas oleh Antam. Skemanya serupa: holding dan anak perusahaan. Namun begitu, posisi Perminas agak berbeda. Dia tidak berada di bawah naungan MIND ID, melainkan langsung di bawah kendali Danantara Indonesia.
Di sisi lain, alasan di balik pembentukan ini sangat kuat. Rosan menegaskan Indonesia punya cadangan rare earth yang sangat besar. Sayangnya, pemanfaatannya belum optimal. Padahal, permintaan global melonjak tinggi.
Artikel Terkait
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 382 Ribu, H-2 dan H-3 Paling Diburu
Jelajah Hainan: Liburan Tanpa Visa Mulai Rp 4,1 Juta
Garuda Futsal Siap Hadang Jepang di Indonesia Arena
Roy Suryo Sindir Jokowi: Ke Makassar Bisa, ke Sidang di Solo Tak Berani?