Di Kompleks DPR RI Senayan, Selasa lalu, Rosan Roeslani mengonfirmasi sebuah langkah strategis. Danantara Indonesia, badan pengelola investasi yang ia pimpin, resmi mendirikan sebuah BUMN baru: Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas. Ini bukan sekadar tambahan di peta BUMN pertambangan. Perminas punya tugas khusus, menggarap komoditas yang selama ini belum banyak disentuh korporasi pelat merah lainnya.
"Memang Perminas ini peruntukannya untuk tanah jarang atau rare earth (elements)," ujar Rosan.
Jadi, fokusnya jelas. Rare earth. Kelompok mineral kritis ini dinilai punya prospek luar biasa, mirip dengan mineral strategis lain. Rosan bilang, pendirian Perminas mengikuti pola yang sudah ada. Ambil contoh batu bara, yang dikelola PT Bukit Asam. Atau nikel lewat Vale Indonesia, dan emas oleh Antam. Skemanya serupa: holding dan anak perusahaan. Namun begitu, posisi Perminas agak berbeda. Dia tidak berada di bawah naungan MIND ID, melainkan langsung di bawah kendali Danantara Indonesia.
Di sisi lain, alasan di balik pembentukan ini sangat kuat. Rosan menegaskan Indonesia punya cadangan rare earth yang sangat besar. Sayangnya, pemanfaatannya belum optimal. Padahal, permintaan global melonjak tinggi.
"Tanah jarang itu kalau dilihat kan sekarang memang menjadi suatu kebutuhan dunia yang sangat-sangat tinggi, dan kita punya potensi dan cadangan yang sangat-sangat tinggi juga. Jadi kita diminta persiapkan dan kita bekerja sama juga dengan kementerian lain," kata dia.
Gagasan ini sebenarnya sudah mengemuka sebelumnya. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga pernah menyebut soal pentingnya badan usaha negara untuk mengelola tanah jarang. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto membentuk Perminas dengan tujuan jelas: mengoptimalkan potensi sumber daya mineral strategis di dalam negeri. Logam tanah jarang adalah salah satu target utamanya.
Faktanya, cadangannya ada. Jumlahnya pun tidak sedikit. Tapi selama ini, ya, belum benar-benar tersentuh pengelolaan yang serius. Kehadiran Perminas diharapkan bisa mengubah itu. Menjadi pionir, sekaligus penghela, untuk membuka nilai ekonomi dari kekayaan yang selama ini terpendam.
Artikel Terkait
KAI Bangun Tugu Peringatan di Stasiun Bekasi Timur untuk Hormati 16 Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL
Kemensos Berhentikan 49 Pendamping PKH Sepanjang 2025 Akibat Langgar Aturan Penyaluran Bansos
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Akan Intervensi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Senilai Rp27 Miliar
Pendapatan IMAX Turun 6,5 Persen di Kuartal I 2026, Laba Bersih Anjlok 26 Persen