"Tanah jarang itu kalau dilihat kan sekarang memang menjadi suatu kebutuhan dunia yang sangat-sangat tinggi, dan kita punya potensi dan cadangan yang sangat-sangat tinggi juga. Jadi kita diminta persiapkan dan kita bekerja sama juga dengan kementerian lain," kata dia.
Gagasan ini sebenarnya sudah mengemuka sebelumnya. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga pernah menyebut soal pentingnya badan usaha negara untuk mengelola tanah jarang. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto membentuk Perminas dengan tujuan jelas: mengoptimalkan potensi sumber daya mineral strategis di dalam negeri. Logam tanah jarang adalah salah satu target utamanya.
Faktanya, cadangannya ada. Jumlahnya pun tidak sedikit. Tapi selama ini, ya, belum benar-benar tersentuh pengelolaan yang serius. Kehadiran Perminas diharapkan bisa mengubah itu. Menjadi pionir, sekaligus penghela, untuk membuka nilai ekonomi dari kekayaan yang selama ini terpendam.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Langit Berawan dan Hujan Ringan di Jakarta Saat Lebaran 2026
Ribuan Umat Muslim Diprediksi Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Idulfitri 2026
Perang dengan Iran Borong Rp5,4 Triliun Anggaran Israel per Hari
Sopir Bus Relakan Mudik Demi Antar Penumpang Pulang Kampung