"Tanah jarang itu kalau dilihat kan sekarang memang menjadi suatu kebutuhan dunia yang sangat-sangat tinggi, dan kita punya potensi dan cadangan yang sangat-sangat tinggi juga. Jadi kita diminta persiapkan dan kita bekerja sama juga dengan kementerian lain," kata dia.
Gagasan ini sebenarnya sudah mengemuka sebelumnya. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga pernah menyebut soal pentingnya badan usaha negara untuk mengelola tanah jarang. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto membentuk Perminas dengan tujuan jelas: mengoptimalkan potensi sumber daya mineral strategis di dalam negeri. Logam tanah jarang adalah salah satu target utamanya.
Faktanya, cadangannya ada. Jumlahnya pun tidak sedikit. Tapi selama ini, ya, belum benar-benar tersentuh pengelolaan yang serius. Kehadiran Perminas diharapkan bisa mengubah itu. Menjadi pionir, sekaligus penghela, untuk membuka nilai ekonomi dari kekayaan yang selama ini terpendam.
Artikel Terkait
Suite Class KAI Meledak: Penumpang Naik Hampir 90% dalam Dua Tahun
Slowakia Tawarkan Paket Lengkap untuk PLTN Pertama Indonesia
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 382 Ribu, H-2 dan H-3 Paling Diburu
Jelajah Hainan: Liburan Tanpa Visa Mulai Rp 4,1 Juta