Laga Puncak di Indonesia Arena: Garuda Futsal Hadang Jepang
Semifinal Piala Asia Futsal 2026 akhirnya punya jadwal pasti. Timnas Futsal Indonesia bakal berjibaku melawan Timnas Futsal Jepang, Kamis depan. Pertandingan panas ini rencananya digelar di Indonesia Arena, Jakarta, tepat pukul tujuh malam WIB. Dan yang pasti, MNCTV akan menyiarkannya secara langsung.
Ini bukan sekadar laga biasa. Bagi Garuda Futsal, penampilan di babak empat besar ini adalah sejarah. Ya, untuk pertama kalinya mereka berhasil melangkah sejauh ini di Piala Asia. Sebuah pencapaian monumental yang lahir dari kemenangan sengit atas Vietnam di perempatfinal.
Laga melawan Vietnam itu benar-benar menegangkan. Brian Ick membuka keunggulan cepat di menit kelima. Ardiansyah Nur menggandakannya enam menit berselang. Meski sempat dikejar, Reza Gunawan akhirnya mengamankan kemenangan 3-2 di menit ke-26. Kemenangan ini terasa lebih spesial karena sekaligus membalas kekalahan di SEA Games 2025 setahun sebelumnya.
Nah, tantangan selanjutnya jelas lebih berat. Jepang, raksasa futsal Asia, menunggu. Mereka melibas Afghanistan dengan skor telak 6-0 untuk memastikan tiket semifinal. Di sisi lain, ada cerita menarik yang bikin duel ini makin berasa: di pinggir lapangan Jepang, berdiri Kensuke Takahashi, mantan pelatih Timnas Indonesia. Dia pasti tahu betul karakter tim asuhan Mohammad Iqbal sekarang.
Memang, secara kualitas Jepang diunggulkan. Tapi sepak bola, apalagi futsal, tak pernah cuma bicara kertas. Semangat juang dan euforia kandang bisa jadi faktor penentu. Apakah Iqbal dan anak-anak asuhnya bisa melanjutkan kejutan? Atau perjalanan indah mereka terhenti di sini?
Semua pertanyaan itu akan terjawab nanti.
Catat baik-baik: semifinal ini digelar Kamis, 5 Februari 2026. Kick-off pukul 19.00 WIB. Jangan lupa saksikan siaran langsungnya di MNCTV.
Artikel Terkait
Harga Minyak Tinggi dan Rupiah Melemah, Indonesia Hadapi Ancaman Kelangkaan Pasokan Energi
Indonesia U-17 Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia, Jadi Satu-Satunya Wakil ASEAN yang Menang
AS Tolak Toleransi Nuklir Iran, Tegaskan Pengayaan Uranium Mandiri Tak Diperlukan untuk Sipil
BNI Peringatkan Nasabah soal Modus Penipuan Digital yang Minta Data Sensitif