Di sisi lain, tekanan terhadap sektor pariwisata memang nyata. Prabowo mengingatkan bahwa pariwisata adalah pencipta lapangan kerja tercepat, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Tapi semua itu bisa runtuh. Bagaimana mungkin sektor itu bertahan jika destinasi andalan seperti Bali dibiarkan kumuh?
“Ini maaf ya, gubernur, bupati-bupati dari Bali. Ini real, lho,” ucap Presiden dengan nada tinggi. “Bali bulan Desember 2025. Ini Pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?”
Dalam kesempatan itu, ia langsung meminta tanggung jawab penuh dari gubernur dan para bupati. Ia mendorong agar sekolah-sekolah dan masyarakat dilibatkan dalam kerja bakti rutin. Tapi pesannya jelas: jika daerah lamban, pusat akan ambil alih.
Bahkan, Presiden tak segan menyatakan akan mengerahkan semua sumber daya. “Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintah Dandim, Danrem, saya perintahkan kau gerakan anak buahmu korve. Setiap hari atau setiap berapa hari, korve, korve, korve. Kepolisian, gerakan korve, korve, korve. Nanti dia bisa selamatkan,” kata Prabowo dengan semangat.
Intinya, Indonesia harus menyatakan perang. Bagi Prabowo, sampah bukan cuma soal pemandangan yang tidak sedap dipandang. Ini ancaman kesehatan publik, potensi bencana lingkungan yang serius. Dan waktu untuk bertindak adalah sekarang.
Artikel Terkait
Prabowo Undang Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI Bahas Inisiatif Perdamaian Trump
Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal, Satgas Buru Lokasi di Hutan
Gempa Dangkal M 4,1 Guncang Bener Meriah di Pagi Buta
Kolaborasi BRI dan BP Batam Pacu Investasi dan Daya Saing UMKM