Senin lalu, di Sentul International Convention Center, suasana Rakornas Pusat dan Daerah 2026 mendadak tegang. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menegur pejabat Bali. Sorotannya tajam: persoalan sampah yang dinilai sudah mengkhawatirkan, mencemari lingkungan dan mengancam pariwisata nasional.
Menurutnya, masalah ini tak bisa lagi dibiarkan berlarut. “Penyelesaian masalah sampah, kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujar Prabowo.
Namun begitu, Presiden menegaskan bahwa kolaborasi itu bukan alasan untuk menunggu. “Tapi, kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tegasnya.
Kritik itu bukan tanpa alasan. Prabowo secara khusus menyorot kondisi pantai-pantai Bali yang disebutnya telah ‘mencoreng citra’ Indonesia. Ia bahkan bercerita tentang keluhan langsung yang diterimanya dari tokoh luar negeri. Kata-kata itu sepertinya masih terngiang.
“Dia ngomong ke saya. Dia bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.’”
Presiden lalu melanjutkan, “Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama.”
Artikel Terkait
Prabowo Undang Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI Bahas Inisiatif Perdamaian Trump
Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal, Satgas Buru Lokasi di Hutan
Gempa Dangkal M 4,1 Guncang Bener Meriah di Pagi Buta
Kolaborasi BRI dan BP Batam Pacu Investasi dan Daya Saing UMKM