Ia bahkan mendesak percepatan. “Ini saya minta ground breaking-nya beberapa bulan ini dilaksanakan. Kita perkirakan dua tahun lagi segera berfungsi.”
Angkanya pun tak main-main. Prabowo menyebut nilai investasi untuk 34 titik proyek tersebut mencapai hampir 3,5 miliar dolar AS. Sebuah angka yang menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menangani persoalan ini.
Meski demikian, ia sadar beberapa daerah sudah punya inisiatif sendiri. Menurutnya, pemda bisa berimprovisasi. Tapi intinya, kerja sama mutlak diperlukan.
“Penyelesaian masalah sampah, kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah,” jelas Prabowo.
Lalu ia menegaskan kembali posisinya dengan nada yang lebih kuat. “Tetapi kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin.”
Pernyataan penutup itu seperti menegaskan, soal sampah, waktu sudah sangat mepet. Dan Jakarta akan mengambil alih kemudi.
Artikel Terkait
Pemerintah Buka 1.500 Kursi Vokasi Pertanian, 70% Prioritas Anak Petani
KPK Periksa Camat dan Dua Kepala Desa Terkait Kasus Bupati Pati
Pansel Segera Dibentuk, Pemerintah Buka Peluang untuk Pimpinan Baru OJK
Hampir Final, Indonesia-AS Tinggal Tuntaskan Naskah Hukum Perundingan Dagang