Regenerasi petani jadi isu krusial. Kementerian Pertanian, lewat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), kini serius mendorong anak muda untuk turun langsung ke sawah dan kebun. Intinya, sektor pertanian butuh darah baru.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, penguatan SDM adalah kunci. Tanpa itu, bicara ketahanan dan kedaulatan pangan hanya akan jadi wacana.
“Pembangunan pertanian tidak bisa cuma fokus pada produksi,” katanya. Menurutnya, semua harus ditopang oleh sumber daya manusia yang terdidik, punya skill mumpuni, dan mampu beradaptasi dengan teknologi serta perubahan global yang begitu cepat.
Nah, salah satu jalan yang ditempuh adalah lewat pendidikan vokasi. Baru-baru ini, BPPSDMP meluncurkan dan menggaungkan Penerimaan Mahasiswa Baru untuk Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) tahun ajaran 2026/2027.
Kebijakan ini, kata Amran, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin anak-anak petani didorong meraih pendidikan setinggi-tingginya.
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi sektor ini memang tidak main-main. Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyoroti kompleksnya persoalan, mulai dari ancaman perubahan iklim, fluktuasi pasar, sampai yang paling mendasar: regenerasi pelaku utama.
Artikel Terkait
Promotor Senior Diduga Gelap Rp10 Miliar Dana Konser BTS
KPK Periksa Camat dan Dua Kepala Desa Terkait Kasus Bupati Pati
Pansel Segera Dibentuk, Pemerintah Buka Peluang untuk Pimpinan Baru OJK
Hampir Final, Indonesia-AS Tinggal Tuntaskan Naskah Hukum Perundingan Dagang