Pemerintah Buka 1.500 Kursi Vokasi Pertanian, 70% Prioritas Anak Petani

- Senin, 02 Februari 2026 | 18:00 WIB
Pemerintah Buka 1.500 Kursi Vokasi Pertanian, 70% Prioritas Anak Petani

Regenerasi petani jadi isu krusial. Kementerian Pertanian, lewat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), kini serius mendorong anak muda untuk turun langsung ke sawah dan kebun. Intinya, sektor pertanian butuh darah baru.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, penguatan SDM adalah kunci. Tanpa itu, bicara ketahanan dan kedaulatan pangan hanya akan jadi wacana.

“Pembangunan pertanian tidak bisa cuma fokus pada produksi,” katanya. Menurutnya, semua harus ditopang oleh sumber daya manusia yang terdidik, punya skill mumpuni, dan mampu beradaptasi dengan teknologi serta perubahan global yang begitu cepat.

Nah, salah satu jalan yang ditempuh adalah lewat pendidikan vokasi. Baru-baru ini, BPPSDMP meluncurkan dan menggaungkan Penerimaan Mahasiswa Baru untuk Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan ini, kata Amran, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin anak-anak petani didorong meraih pendidikan setinggi-tingginya.

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi sektor ini memang tidak main-main. Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyoroti kompleksnya persoalan, mulai dari ancaman perubahan iklim, fluktuasi pasar, sampai yang paling mendasar: regenerasi pelaku utama.

“Polbangtan dan PEPi dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian,” ujar Idha dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

“Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan.”

Untuk tahun depan, kuota yang disediakan sekitar 1.500 kursi, tersebar di tujuh unit pendidikan vokasi. Yang menarik, ada kebijakan afirmatif: 70 persen prioritas diberikan untuk anak petani. Ini bentuk keberpihakan nyata untuk regenerasi. Tentu, kesempatan juga terbuka untuk masyarakat umum yang punya minat dan komitmen serius.

Soal mekanisme, seluruh proses seleksi akan dilakukan secara transparan dan akuntabel lewat sistem digital di pmb.pusdiktan.id. Rangkaiannya lumayan lengkap, mulai dari seleksi administrasi, tes CAT, pemeriksaan kesehatan, hingga wawancara.

Tak sendiri, BPPSDMP juga mengajak berbagai pihak untuk bergerak. Dinas Pertanian di daerah, SMK pertanian, penyuluh, hingga mitra industri diajak berperan aktif menyosialisasikan program penerimaan mahasiswa baru ini. Tujuannya satu: menarik minat terbaik generasi muda untuk masa depan pertanian Indonesia yang lebih cerah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler