Di Sentul, Senin lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penegasan. Proses pengisian jabatan pimpinan OJK yang kosong bakal segera dimulai. Tak main-main, langkah pertamanya adalah pembentukan Panitia Seleksi.
"Ya pertama akan segera berproses. Menteri Keuangan akan segera membuat Pansel, dan sesudah Pansel itu nanti akan diproses selanjutnya," ujar Airlangga.
Pansel itu nantinya akan dibentuk oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Tugasnya jelas: menjaring kandidat terbaik. Menurut Airlangga, seluruh proses seleksi ini akan dijalankan dengan transparansi penuh. Siapa pun punya kesempatan, asal memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.
Ketika ditanya soal calon-calon potensial yang mungkin masuk, Airlangga hanya menjawab singkat. Tapi nada suaranya tegas.
"Semua terbuka," katanya.
Lalu, bagaimana dengan kursi Direktur Utama BEI yang juga kosong? Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah punya urutan prioritas yang harus diikuti. Jadi, pengisian jabatan definitif di BEI baru akan digarap setelah struktur Dewan Komisioner OJK kembali lengkap. "Kalau BEI kan nanti bertahap. Pertama OJK dulu, kemudian BEI. Nah nanti BEI ya dengan AB-nya sendiri," tuturnya.
Kondisi kekosongan pimpinan ini, tentu saja, bukan tanpa sebab. Ia muncul menyusul gelombang pengunduran diri massal di pucuk pimpinan pasar modal Indonesia pada akhir Januari lalu. Pada Jumat, 30 Januari 2026, tiga nama besar kompak mundur: Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi. Tak ketinggalan, Iman Rachman juga meletakkan jabatannya sebagai Direktur Utama BEI.
Pengunduran diri anggota Self-Regulatory Organization (SRO) itu disebut-sebut sebagai bentuk tanggung jawab moral. Pemicunya beragam, mulai dari gejolak pasar modal yang tak stabil, insiden trading halt yang berulang, hingga tekanan dari lembaga indeks global MSCI yang menyoroti masalah transparansi free float.
Artikel Terkait
Menko Airlangga: Fundamental Ekonomi Indonesia Solid di Tengah Ketidakpastian Global
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen, Tertinggi di Atas Capaian Tahun Lalu
Indonesia Hentikan Impor Beras untuk Konsumsi Umum, Klaim Capai Swasembada
Polda Metro Periksa Saksi PT Vinfast Terkait Tabrakan Maut di Bekasi Timur