Indonesia Hentikan Impor Beras untuk Konsumsi Umum, Klaim Capai Swasembada

- Selasa, 05 Mei 2026 | 12:00 WIB
Indonesia Hentikan Impor Beras untuk Konsumsi Umum, Klaim Capai Swasembada

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras untuk kebutuhan konsumsi umum masyarakat. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan anggapan yang berkembang di publik mengenai masih adanya impor beras dalam skala besar.

Menurut Amran, Indonesia saat ini telah mencapai swasembada beras, khususnya untuk jenis beras medium yang menjadi konsumsi pokok sehari-hari mayoritas penduduk. Ia membantah tudingan bahwa pemerintah masih melakukan impor beras secara signifikan untuk kebutuhan pangan nasional.

"Kemudian (dibilang masih) ada impor, iya ini yang rancu. Ada impor nol koma nol sekian persen, itu (beras khusus) basmati yang tidak ditanam di Indonesia. Tidak bisa tumbuh (di sini)," ungkap Amran dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis dan iklim Indonesia tidak memungkinkan untuk memproduksi jenis beras tertentu. Oleh karena itu, impor tetap dilakukan secara terbatas, namun hanya untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar khusus, bukan untuk konsumsi massal. Amran menegaskan bahwa yang dimaksud dengan swasembada adalah kemampuan memenuhi kebutuhan beras medium secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Sementara itu, Amran mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai 5,1 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Lonjakan stok ini, menurutnya, berdampak pada keterbatasan kapasitas penyimpanan. Saat ini, kapasitas gudang Bulog hanya sekitar 3 juta ton, sehingga pemerintah terpaksa menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton yang kini hampir terisi penuh.

Di sisi lain, pemerintah tengah menambah lagi kapasitas sewa sekitar 1 juta ton untuk mengantisipasi peningkatan stok dalam waktu dekat. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi dan penyimpanan beras tetap berjalan optimal di tengah melimpahnya produksi dalam negeri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar