Dari Sentul, kabar terbaru soal perundingan dagang Indonesia dan Amerika Serikat akhirnya sampai juga. Intinya, semua pembicaraan pokok sudah beres. Yang tersisa kini cuma urusan teknis: menyelaraskan dan menyempurnaan naskah hukumnya sebelum ditandatangani.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang memberikan konfirmasi ini, Senin lalu. Menurutnya, setelah fine tuning di bagian legal drafting selesai, langkah berikutnya tinggal menunggu waktu yang tepat.
"Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting, dan berikutnya tinggal menunggu jadwal yang akan ditentukan, jadwal bersama antara Bapak Presiden (Prabowo) dan Presiden Trump,"
ujar Airlangga di Sentul, Kabupaten Bogor.
Nah, soal kapan persisnya penandatanganan itu akan digelar, tampaknya masih perlu penyesuaian. Agenda internasional yang padat disebut-sebut jadi penyebabnya. Ada dinamika, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan Dewan Perdamaian Dunia, yang membuat jadwal pertemuan kedua presiden sedikit bergeser dari rencana awal.
Meski begitu, Airlangga menegaskan bahwa kesepakatan perdamaian itu bukan bagian langsung dari negosiasi tarif dengan AS. Hanya saja, isu perdamaian memang sedang mendominasi percakapan global belakangan ini.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026