Ledakan SMAN 72: Pensiunan BUMN Jadi Korban, Bekerja di Kantin Saat Terjadi Ledakan

- Senin, 10 November 2025 | 13:12 WIB
Ledakan SMAN 72: Pensiunan BUMN Jadi Korban, Bekerja di Kantin Saat Terjadi Ledakan
Korban Ledakan SMAN 72: Pensiunan BUMN Jadi Pegawai Kantin | Update Kondisi Korban

Korban Ledakan SMAN 72: Pensiunan BUMN Jadi Pegawai Kantin

Dari total 13 korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang masih menjalani perawatan, satu di antaranya merupakan pekerja kantin sekolah. Informasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama RS Islam Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo.

Korban yang berprofesi sebagai pegawai kantin tersebut adalah seorang pria berusia 57 tahun. Ia mengalami luka dengan kategori sedang akibat kejadian ledakan yang mengguncang kawasan Kelapa Gading itu.

dr. Pradono Handojo menjelaskan bahwa seluruh korban yang masih dirawat di rumah sakit berjenis kelamin laki-laki. Ia juga memberikan gambaran latar belakang korban pekerja kantin tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pria tersebut merupakan seorang pensiunan dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setelah pensiun, ia memutuskan untuk berwirausaha bersama sang istri dengan bekerja di kantin SMAN 72 Jakarta.

Secara medis, korban ini mengalami luka terbuka di beberapa bagian tubuhnya. Ia juga melaporkan gejala telinga berdenging yang diduga kuat merupakan dampak dari ledakan keras. Saat ini, kondisinya terus dipantau dan ia masih dirawat di paviliun ruang inap RSI Cempaka Putih.

Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada hari Jumat lalu. Kejadian ini mengakibatkan puluhan korban mengalami luka bakar dan gangguan pendengaran. Dalam proses olah TKP, pihak kepolisian menemukan barang bukti senjata mainan yang memuat simbol dan nama terkait paham Neo-Nazi dan terorisme. Investigasi untuk mengungkap motif serta asal-usul bahan peledak masih terus dilakukan secara intensif oleh aparat kepolisian.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar