“Polbangtan dan PEPi dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian,” ujar Idha dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
“Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan.”
Untuk tahun depan, kuota yang disediakan sekitar 1.500 kursi, tersebar di tujuh unit pendidikan vokasi. Yang menarik, ada kebijakan afirmatif: 70 persen prioritas diberikan untuk anak petani. Ini bentuk keberpihakan nyata untuk regenerasi. Tentu, kesempatan juga terbuka untuk masyarakat umum yang punya minat dan komitmen serius.
Soal mekanisme, seluruh proses seleksi akan dilakukan secara transparan dan akuntabel lewat sistem digital di pmb.pusdiktan.id. Rangkaiannya lumayan lengkap, mulai dari seleksi administrasi, tes CAT, pemeriksaan kesehatan, hingga wawancara.
Tak sendiri, BPPSDMP juga mengajak berbagai pihak untuk bergerak. Dinas Pertanian di daerah, SMK pertanian, penyuluh, hingga mitra industri diajak berperan aktif menyosialisasikan program penerimaan mahasiswa baru ini. Tujuannya satu: menarik minat terbaik generasi muda untuk masa depan pertanian Indonesia yang lebih cerah.
Artikel Terkait
Ibu Habib Bahar Laporkan Istri Korban ke Polisi, Sebut Kesaksiannya Mustahil
Satgas PKH Bergerak Usut Aliran Dana Rp992 Triliun dari Tambang Emas Ilegal
Misteri Pengendali IBC: BUMN Raksasa Bersatu tapi Tanpa Nahkoda
OJK dan ADB Pacu Obligasi Hijau ASEAN+3 di Yogyakarta