Suasana malam Minggu di Kampung Cibeureum, Desa Mekarrahayu, tiba-tiba ricuh. Sekitar pukul satu dini hari, sekelompok pemotor diduga mencapai 25 orang melintas dalam konvoi. Yang terjadi selanjutnya sungguh mengerikan.
Mereka tiba-tiba menyerbu seorang pemuda yang juga sedang mengendarai motornya. Aksi brutal itu terekam jelas oleh kamera pengawas. Tak cuma memukuli, gerombolan itu akhirnya membawa kabur motor sang korban. Begitu cepatnya kejadian berlangsung, meninggalkan ketakutan di lokasi.
Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian setempat mengaku telah memulai penyelidikan. Saat dikunjungi di Markas Polsek Margaasih siang hari Senin, seorang petugas mengonfirmasi bahwa kasusnya sedang ditangani.
Namun begitu, petugas tersebut enggan disebutkan namanya.
"Sebaiknya ke Pak Kapolsek dan Kanit Reskrim," ujarnya singkat.
Dari Mulut Saksi: Samurai dan Gorengan yang Berujung Malam Kelam
Cerita yang lebih detail justru datang dari warga sekitar. Muhammad Ramdani, seorang pemuda setempat, mengaku korban adalah temannya sendiri.
Menurut Ramdani, malam itu ia sedang nongkrong biasa di warung bersama beberapa teman. Dua dari mereka kemudian pamit, cuma mau beli gorengan tak jauh dari situ. Siapa sangka, perjalanan singkat itu berakhir bencana.
“Saya lagi di warung, enggak lihat langsung kejadiannya. Tahunya setelah itu, lihat dari rekaman CCTV. Korbannya teman saya, motornya diambil,” kenang Ramdani.
Yang bikin ngeri, ia menyebut para pelaku datang dengan persenjataan lengkap. Bukan cuma bambu atau pentungan.
“Bawa semua, bawa samurai (katana),” ujarnya menegaskan, menggambarkan betapa berbahayanya gerombolan tersebut.
Artikel Terkait
PNUP Jatuhkan Sanksi Berlapis ke Dosen Terbukti Kekerasan Seksual, Turun Pangkat hingga Dilarang Masuk Kampus
Orang Tua Kapten Kapal MT Honour 25 Cemas, Pemerintah Upayakan Mediasi dengan Perompak Somalia
Pria Diduga Gangguan Jiwa Gali Makam di Simalungun, Jenazah Korban Ditemukan 15 Meter dari Liang Lahat
Met Gala 2026 Usung Tema ‘Fashion Is Art’, Beyoncé hingga Rihanna Curi Perhatian