Di balik layar Sentul International Convention Center yang megah, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sebuah pernyataan tegas. Pemerintah pusat, katanya, akan mengambil alih kendali penanganan sampah. Langkah konkretnya? Membangun proyek pengolahan sampah menjadi listrik atau waste to energy di berbagai daerah.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Senin lalu. Suasana ruang rapat mungkin formal, tapi nada yang ia gunakan terdengar sangat mendesak.
“Diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami over capacity pada 2028 bahkan lebih cepat,” ujar Prabowo.
Kalimat itu ia lontarkan tanpa basa-basi. Ia menggambarkan sebuah krisis yang tinggal menghitung hari. Tumpukan sampah yang kian menggunung, tempat pembuangan akhir yang sudah nyaris tak sanggup menampung.
Namun begitu, ia tak hanya membawa kabar buruk. Di sisi lain, Prabowo langsung menawarkan solusi. Pemerintah berencana membuka puluhan proyek pengolah sampah untuk meredam lonjakan itu. Targetnya ambisius: selesai dalam dua tahun.
“Untuk itu, tahun ini kita akan buka 34 proyek pembangunan waste to energy di 34 kota,” tegasnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Buka 1.500 Kursi Vokasi Pertanian, 70% Prioritas Anak Petani
KPK Periksa Camat dan Dua Kepala Desa Terkait Kasus Bupati Pati
Pansel Segera Dibentuk, Pemerintah Buka Peluang untuk Pimpinan Baru OJK
Hampir Final, Indonesia-AS Tinggal Tuntaskan Naskah Hukum Perundingan Dagang