Tapi, di saat yang sama, ia melontarkan kritik tajam.
"Operasi tipu-tipu. Operasi tipu-tipu yang dilakukan oleh para content creator yang ada di Gedung Merah Putih," ujar Noel dengan nada tinggi.
Ia menantang KPK untuk menunjukkan bukti bahwa ada pengusaha yang benar-benar diperas. Ia juga mewanti-wanti agar lembaga itu jangan sampai menyalahkan rakyat kecil.
"Karena mereka selalu berbohong framing-nya. Yang dia bohongi itu presiden, yang mereka bohongi itu rakyat," tuduhnya.
Noel bahkan menyelipkan sindiran tentang kasus lain. "Enggak malu, kasus ASDP. Mereka berpolitik. Makanya saya, pertanyaan saya, KPK ini lembaga hukum atau konten kreator? Itu, publik harus tahu."
Di akhir pernyataannya, nada itu kembali berubah. "Kalau saya sih sudah berharap satu. Harapan saya, hukum mati saya. Karena saya komit terhadap isu ini, terkait hukuman mati."
Lalu ia menyimpulkan dengan kalimat yang terdengar pahit. "Tapi jika tidak, hukum saya seringan-ringannya. Apapun yang namanya korupsi, basisnya pertama kebohongan. Dasar dari korupsi adalah kebohongan."
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas