"Sampai saat ini kami sudah memeriksa atau mengklarifikasi enam saksi yang sudah ada di TKP juga pada saat itu,"
jelas Iskandarsyah.
Kisah duka ini berawal dari sebuah apartemen di Jakarta Selatan, Jumat (23/1) malam. Lula ditemukan tak bernyawa di kamarnya. Menurut sejumlah saksi, asisten rumah tangga (ART) mulai curiga karena dari pagi hingga petang, tidak ada respons dari dalam kamar. Laporan pun dibuat ke petugas keamanan.
Akhirnya, dengan terpaksa, teknisi apartemen membuka paksa pintu kamar itu sekitar pukul 17.50 WIB. Di dalam, Lula sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Dari pendalaman sementara, polisi menemukan riwayat penyakit serius pada diri Lula. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di TKP, meski penyelidikan tetap digelar untuk memastikan segala hal. Jenazah Lula sendiri telah disemayamkan dan dimakamkan sehari setelahnya, Sabtu (24/1), di TPU Rawa Terate. Misteri di balik kepergiannya masih terus ditelusuri.
Artikel Terkait
28 Perusahaan Terbebani Denda Triliunan Rupiah Atas Pelanggaran Lingkungan Berat
Thomas Djiwandono Hadapi Uji Kelayakan, Kursi Deputi Gubernur BI Diperebutkan Tiga Nama
KLH Tuntut Enam Perusahaan Rp4,9 Triliun, Dituding Perparah Bencana di Sumatra
Bukan Laba, Ini Alasan di Balik Margin 7 Persen BULOG