Mereka menyanyikan lagu tema Ninja Hattori. Lagu itu sukses membawa semua orang bernostalgia ke masa kecil. Belum habis tawa karena tingkah lucu mereka, giliran lagu opening Crayon Shin-chan yang menggema. Penonton pun serentak ikut menyanyi, menciptakan atmosfer yang hangat dan riang.
Farman Purnama kemudian mengambil alih panggung dengan membawakan "Wind" dari Naruto. Suaranya yang emosional seketika menggali ingatan mendalam para penggemar.
Jelang akhir acara, Avip mengajak orkestra membawakan "Memories" dari One Piece. Aransemennya syahdu, membuat banyak penonton larut dalam diam. Tapi diam itu tidak berlangsung lama.
Avip ternyata menyimpan kejutan. "Kita lanjutkan dengan... Blue Bird!" serunya. Dan lagi-lagi, seluruh gedung bergemuruh. Suara penonton menyanyi bersama jauh lebih keras daripada sound system.
Seusai "Zenzenzense" dari Kimi no Na wa yang semestinya jadi penutup, Avip dan orkestra bersiap turun. Tapi lampu panggung tidak redup. Sebaliknya, intro ikonik itu justru mengalun.
"Butterfly!" teriak seseorang dari kerumunan penonton. Dan benar, lagu tema Digimon itu pun dimainkan sebagai encore. Sorak-sorai penonton mencapai puncaknya. Malam itu ditutup dengan sebuah pesta nostalgia besar-besaran, di mana setiap nada terasa seperti pulang ke rumah.
Artikel Terkait
Robot Bedah Da Vinci Xi Resmi Hadir di Eka Hospital Jakarta Timur
Tim SAR Perketat Pencarian, 80 Warga Masih Hilang di Longsor Pasirlangu
Investor Dubai Guncang IKN dengan Investasi Rp4 Triliun untuk Kawasan 24 Jam
OJK Izinkan 10 Bank Daerah Bergabung ke Dalam Empat Kelompok Usaha