Mereka menyanyikan lagu tema Ninja Hattori. Lagu itu sukses membawa semua orang bernostalgia ke masa kecil. Belum habis tawa karena tingkah lucu mereka, giliran lagu opening Crayon Shin-chan yang menggema. Penonton pun serentak ikut menyanyi, menciptakan atmosfer yang hangat dan riang.
Farman Purnama kemudian mengambil alih panggung dengan membawakan "Wind" dari Naruto. Suaranya yang emosional seketika menggali ingatan mendalam para penggemar.
Jelang akhir acara, Avip mengajak orkestra membawakan "Memories" dari One Piece. Aransemennya syahdu, membuat banyak penonton larut dalam diam. Tapi diam itu tidak berlangsung lama.
Avip ternyata menyimpan kejutan. "Kita lanjutkan dengan... Blue Bird!" serunya. Dan lagi-lagi, seluruh gedung bergemuruh. Suara penonton menyanyi bersama jauh lebih keras daripada sound system.
Seusai "Zenzenzense" dari Kimi no Na wa yang semestinya jadi penutup, Avip dan orkestra bersiap turun. Tapi lampu panggung tidak redup. Sebaliknya, intro ikonik itu justru mengalun.
"Butterfly!" teriak seseorang dari kerumunan penonton. Dan benar, lagu tema Digimon itu pun dimainkan sebagai encore. Sorak-sorai penonton mencapai puncaknya. Malam itu ditutup dengan sebuah pesta nostalgia besar-besaran, di mana setiap nada terasa seperti pulang ke rumah.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas