Dan ambisinya tak main-main. FFI tidak hanya ingin menjadi tuan rumah untuk satu kali penyelenggaraan.
"Bukan satu edisi, bukan dua edisi, bahkan bisa tiga edisi berturut-turut. Kami juga mau optimalkan FIFA Matchday juga bahkan berharap bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia,"
sambung Michael.
Di sisi lain, keyakinan ini punya dasar. Michael melihat potensi yang sangat besar dari sisi pemain. Jumlah pemain futsal di akar rumput, mulai dari pelajar hingga komunitas, sangat melimpah. Itulah modal utama untuk menciptakan regenerasi timnas yang berkualitas.
"Saya yakin ya ini adalah bangsa yang juga gila futsal dan bangsa yang masyarakat di akar rumputnya bahkan di level pelajar banyak bermain futsal. Saya yakin bahwa menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal senior itu hanya masalah waktu,"
tutupnya penuh keyakinan.
Jadi, jalan panjang sudah terlihat. Dimulai dari Piala Asia 2026, lalu mengejar AFF, dan akhirnya berharap pada panggung dunia. Waktulah yang akan membuktikan.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas