Dan ambisinya tak main-main. FFI tidak hanya ingin menjadi tuan rumah untuk satu kali penyelenggaraan.
"Bukan satu edisi, bukan dua edisi, bahkan bisa tiga edisi berturut-turut. Kami juga mau optimalkan FIFA Matchday juga bahkan berharap bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia,"
sambung Michael.
Di sisi lain, keyakinan ini punya dasar. Michael melihat potensi yang sangat besar dari sisi pemain. Jumlah pemain futsal di akar rumput, mulai dari pelajar hingga komunitas, sangat melimpah. Itulah modal utama untuk menciptakan regenerasi timnas yang berkualitas.
"Saya yakin ya ini adalah bangsa yang juga gila futsal dan bangsa yang masyarakat di akar rumputnya bahkan di level pelajar banyak bermain futsal. Saya yakin bahwa menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal senior itu hanya masalah waktu,"
tutupnya penuh keyakinan.
Jadi, jalan panjang sudah terlihat. Dimulai dari Piala Asia 2026, lalu mengejar AFF, dan akhirnya berharap pada panggung dunia. Waktulah yang akan membuktikan.
Artikel Terkait
Bali United Gagal Jaga Keunggulan, Jansen Geram dengan Kebobolan Bola Mati
Ultrajaya Gelontorkan Rp1,14 Triliun untuk Pabrik Susu Pendukung Program Makan Bergizi Gratis
Lereng Pasirlangu Terancam Longsor Susulan, Warga Diimbau Waspada
Herdman Terpukau Atmosfer GBUs, Saksikan Langsung Ganasnya Liga Indonesia