Tekanan pun langsung mengarah ke Arne Slot. Kekalahan dramatis seperti ini pasti menambah daftar pertanyaan tentang masa depannya.
Di ruang konferensi pers, suasana hatinya terlihat jelas. Slot mengaku frustrasi, tapi lebih memilih menyoroti beban jadwal yang dianggapnya tak masuk akal.
Keluhannya terdengar jelas. Ia merasa timnya kelelahan fisik setelah harus menjalani dua laga tandang dalam waktu sangat singkat, di Liga Champions dan Liga Inggris.
Di sisi lain, realitas tak bisa dielak. Jadwal ke depan tak kalah berat. Liverpool harus segera bangkit jika tak ingin terpuruk lebih dalam. Tantangan berikutnya adalah menjamu Newcastle United di Anfield, awal Februari nanti. Itu adalah ujian besar berikutnya bagi Slot.
Kekalahan dari Bournemouth ini bukan cuma sekadar tiga poin yang hilang. Rasanya, lebih dari itu. Ini tentang momentum, kepercayaan, dan mungkin juga tentang masa depan seorang pelatih di klub sebesar Liverpool. Anfield menunggu reaksi.
Artikel Terkait
Indonesia Sampaikan Syarat Khusus untuk Investor di Forum Ekonomi Davos
Jalan Simaninggir Mulai Dibuka, Akses Motor Kembali Mengalir
Mbappe Bungkam El Madrigal, Madrid Rebut Puncak Klasemen
Antrean Panjang Jaecoo J5: 3.000 Unit Terserahkan, Kualitas Tetap Jadi Prioritas