Singapore Airshow siap kembali mengguncang langit. Pameran kedirgantaraan terbesar di Asia itu akan digelar dari 3 hingga 8 Februari 2026 mendatang. Yang paling ditunggu, tentu saja, aksi delapan pertunjukan udara spektakuler. Mereka berasal dari enam angkatan udara berbeda, plus dua perusahaan komersial yang tak kalah bersemangat untuk unjuk gigi.
Nah, salah satu magnet utama tahun ini adalah debut perdana. Untuk pertama kalinya, pesawat tempur siluman F-35A Lightning II milik Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) akan memamerkan kemampuannya di hadapan publik Singapura. Sungguh sebuah tontonan yang dijamin bikin tak berkedip.
Di sisi lain, sejumlah tim aerobatik legendaris juga dipastikan kembali menghibur. Langit akan diramaikan oleh helikopter spektakuler dari Sarang Helicopter Display Team India. Tak ketinggalan, Jupiter Aerobatic Team dari TNI AU Indonesia akan kembali menorehkan catatan warna-warni. Ada juga tim aerobatik Bayi dari Angkatan Udara China yang siap memukau.
Menariknya, setelah absen cukup lama, pesawat tempur Sukhoi Su-30MKM milik Angkatan Udara Kerajaan Malaysia akhirnya kembali. Mereka terakhir terlihat di ajang ini pada 2018 silam. Jadi, kehadirannya tahun depan tentu jadi momen penyegaran.
Sebagai tuan rumah, Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) tak mau kalah. Mereka menyiapkan pertunjukan gabungan yang cukup unik, memadukan jet tempur F-16C dengan helikopter serang AH-64D Apache. Kombinasi yang jarang dilihat ini pasti akan menawarkan dinamika pertunjukan yang berbeda.
Tak cuma pesawat militer, dunia komersial punya andil besar. Dua pesawat penumpang andalan, Airbus A350-1000 dan COMAC C919 dari China, dijadwalkan kembali membelah angkasa. Mereka akan menunjukkan bahwa efisiensi dan teknologi sipil juga layak dapat sorotan.
Untuk jadwalnya, pada hari-hari perdagangan (3-5 Februari), pertunjukan terbang hanya digelar sekali sehari. Tepatnya pukul 12.00 di hari pembuka, lalu pukul 11.00 waktu setempat pada dua hari berikutnya.
Artikel Terkait
Trump Kumpulkan 20 Negara Bentuk Dewan Perdamaian, Prancis dan Inggris Menjauh
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan di Forum Ekonomi Davos
Pukul dan Jaringan: Turnamen Padel AEI-JInfovesta Lahirkan Kolaborasi di Luar Lapangan
Di Balik Mahkota Dunia: Bali di Persimpangan Pariwisata dan Krisis Lingkungan