Kalau dilihat dari jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja (KMK) menunjukkan perbaikan. Pertumbuhannya 4,4 persen, lebih baik dari bulan sebelumnya yang cuma 2,5 persen.
Ramdan menambahkan, "Perkembangan KMK terutama bersumber dari pertumbuhan sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih dan Konstruksi."
Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) justru paling bersinar. Pertumbuhannya mencapai 20,5 persen, meningkat dari bulan sebelumnya. Sektor yang jadi penyokong utamanya adalah Pertanian, peternakan, Kehutanan & Perikanan, ditambah Industri Pengolahan.
Sementara untuk Kredit Konsumsi (KK), pertumbahan agak melambat jadi 6,4 persen. Meski begitu, perkembangan KPR dan Kredit Multiguna masih jadi pendorong utama di segmen ini.
Jadi, gambaran akhir 2025 ini menarik. Bunga turun, tapi minjamannya justru naik. Sebuah dinamika yang memberi sinyal tersendiri untuk perekonomian ke depan.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas