Sabtu (27/12) sore, kediaman Prabowo Subianto di kawasan Kertanegara kedatangan tamu. Rosan Roeslani, sang kepala Danantara, datang untuk bertemu langsung dengan Presiden. Agenda mereka? Membicarakan hal-hal strategis, termasuk perkembangan terbaru soal rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah.
Menurut Rosan, inisiatif ini ternyata dapat sambutan hangat dari Pemerintah Arab Saudi. Dukungan itu kian menguat pasca komunikasi langsung antara Prabowo dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) pada 8 Desember lalu.
Dalam pertemuannya dengan Rosan, Presiden Prabowo punya pesan khusus. Beliau menekankan soal kenyamanan dan kemudahan akses bagi jemaah haji kita di Tanah Suci.
“Presiden Prabowo menegaskan harapannya agar jemaah haji Indonesia memiliki penginapan yang nyaman, dan dekat dengan Masjidil Haram,”
kata Rosan lewat unggahan di akun Instagram Danantara, Minggu (28/12).
Tak cuma soal proyek di Arab Saudi, Rosan juga melaporkan perkembangan pembangunan Hunian Danantara di dalam negeri. Proyek ini sudah mulai bergulir dengan 500 unit tahap awal. Target jangka panjangnya? Bisa mencapai 15.000 unit.
Nah, soal Kampung Haji ini sebenarnya kelanjutan dari langkah investasi Danantara Investment Management (DIM). Mereka ikut dalam proses bidding untuk salah satu lahan kosong di Makkah lokasinya disebut-sebut masih dekat dengan Masjidil Haram.
Ceritanya, awalnya Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) menawarkan 8 plot lahan. Danantara memilih plot 6 di area Western Hindawiyah. Dari 90 peserta bidding, Danantara konon sudah masuk dalam dua besar. Hasilnya? Katanya akan diumumkan tak lama lagi.
Kalau bidding ini sukses, Danantara bakal punya dua lahan: kawasan Thakher yang sebelumnya sudah diakuisisi, plus plot 6 ini. Tujuannya sederhana: mempermudah arus logistik. Soal Thakher City sendiri, lokasinya sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram aset perhotelan dan real estate itu diakuisisi dengan nilai investasi yang fantastis.
“USD 1,2 miliar. Ya, kurang lebih hampir Rp 20 triliun. Oke (sebagai investasi) karena jemaah kita kan 2 juta orang tiap tahunnya,”
ujar Rosan.
Dengan dua kawasan itu, Rosan yakin akan ada dampak positif. Efisiensi biaya haji bagi jemaah Indonesia jadi harapannya.
“Insyaallah iya, mestinya. Jadi harganya bisa turun, tetapi sarana fasilitasnya lebih baik,”
tutupnya.
Artikel Terkait
Asosiasi Pertambangan Desak Pemerintah Kaji Ulang Penurunan Kuota Batu Bara dan Nikel 2026
Wall Street Dibuka Menguat Didorong Data Ketenagakerjaan AS yang Lebih Kuat dari Perkiraan
Analis Proyeksikan Laba Indosat Naik Didorong Pembentukan FiberCo
Presiden Prabowo Minta Evaluasi Objektif Soal Pencabutan Izin Tambang Martabe