Wall Street Dibuka Menguat Didorong Data Ketenagakerjaan AS yang Lebih Kuat dari Perkiraan

- Rabu, 11 Februari 2026 | 22:15 WIB
Wall Street Dibuka Menguat Didorong Data Ketenagakerjaan AS yang Lebih Kuat dari Perkiraan

MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengawali sesi Rabu (11 Februari 2026) dengan sentimen positif. Penguatan ini didorong oleh laporan ketenagakerjaan Januari yang ternyata jauh lebih kuat dari perkiraan para analis, menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah tekanan global. Data tersebut, yang sempat tertunda, akhirnya dirilis dan langsung memengaruhi pergerakan indeks utama Wall Street.

Pergerakan Indeks dan Data Ketenagakerjaan Kunci

Segera setelah bel pembukaan berbunyi, ketiga indeks besar langsung bergerak di wilayah hijau. Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,11 persen ke level 50.243,15. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq Composite menunjukkan performa yang lebih solid dengan kenaikan masing-masing 0,50 persen dan 0,76 persen, mencerminkan apresiasi pasar terhadap data ekonomi yang baru saja terbit.

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS menjadi pusat perhatian. Ekonom AS berhasil menambahkan 130.000 lapangan kerja baru pada Januari, angka yang hampir dua kali lipat dari ekspektasi pasar yang hanya 66.000. Revisi data Desember 2025 juga menunjukkan penambahan yang lebih moderat.

“Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen, sedikit lebih baik dari perkiraan 4,4 persen,” ungkap laporan tersebut. Selain itu, pertumbuhan upah per jam tahunan tetap stabil di 3,7 persen, mengisyaratkan tekanan inflasi upah yang masih terjaga.

Reaksi Korporasi dan Rilis Data Selanjutnya

Di tengah euforia data makro, kinerja individual perusahaan ternyata beragam. Saham Mattel, misalnya, tertekan cukup dalam setelah raksasa mainan itu melaporkan hasil kuartalan yang mengecewakan. Laba bersih perseroan anjlok 25 persen, sementara pendapatannya juga gagal memenuhi proyeksi analis.

Nasib serupa dialami Kraft Heinz. Perusahaan makanan olahan itu mencatatkan penurunan penjualan organik sepanjang 2025. Menyikapi tantangan ini, manajemen memutuskan untuk membatalkan rencana pemisahan usaha (spin-off) dan justru akan mengalokasikan tambahan investasi senilai 600 juta dolar AS pada 2026 untuk memperkuat posisi pasarnya.

Di sisi lain, sektor hospitalitas memberikan sinyal yang lebih cerah. Hilton Worldwide menyambut tahun baru dengan optimisme setelah berhasil mencatatkan kenaikan laba per saham yang disesuaikan (adjusted EPS) sebesar 14 persen sepanjang 2025.

Fokus Beralih ke Data Inflasi

Meski hari ini didominasi oleh data ketenagakerjaan, pandangan pelaku pasar sudah mulai bergeser ke horizon berikutnya. Mereka kini bersiap menyambut rilis data inflasi AS (Indeks Harga Konsumen) yang dijadwalkan pada Jumat mendatang. Angka inflasi ini akan menjadi petunjuk krusial bagi Federal Reserve dalam menentukan langkah kebijakan moneter ke depan, dan berpotensi menjadi katalis pergerakan pasar yang baru.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar