Polisi telah memeriksa empat saksi kunci untuk mengungkap kronologi lengkap kasus penganiayaan di Jakarta Timur yang berujung tewas. Peristiwa ini terjadi setelah seorang pria berinisial AAS (37) diduga menganiaya rekannya, HJ (42), hingga meninggal dunia akibat persoalan narkotika jenis sabu.
Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono, mengonfirmasi bahwa empat orang saksi telah diperiksa untuk keperluan penyelidikan kasus penganiayaan berat yang menewaskan korban. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk merekonstruksi kejadian sebenarnya.
Insiden kekerasan ini terjadi di kawasan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari Sabtu (25/10) sekitar pukul 18.30 WIB. Lokasi kejadian perkara menjadi fokus penyelidikan tim kepolisian.
Keempat saksi yang memberikan keterangan merupakan orang-orang yang berada di sekitar TKP dan dianggap memahami urutan kejadian sebelum dan sesudah tindak penganiayaan terjadi.
Dari empat saksi yang diperiksa, dua di antaranya adalah calon istri pelaku dengan inisial E, serta teman pelaku berinisial G yang juga berada di TKP. Pemeriksaan ini dinilai crucial untuk menguatkan alat bukti dan memastikan akurasi kronologi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, awal mula kasus ini adalah ketika pelaku AAS sedang berada di rumah kontrakannya bersama calon istri (E) dan temannya (G).
Pada saat itu, korban HJ melintas di depan rumah kontrakan pelaku. AAS kemudian melakukan penganiayaan setelah mendapat semacam kode dari calon istrinya.
Calon istri pelaku disebutkan mengucapkan, "Itu musuhmu lewat." Seketika itu pula, pelaku spontan mengambil senjata tajam jenis karambit dan mengejar korban hingga ke rumahnya yang hanya berjarak dua rumah dari lokasi kejadian.
Sesampai di depan rumah korban, pelaku menegur HJ dengan suara tinggi dan menuduhnya telah menjerumuskan adik pelaku. Korban yang sedang berjongkok membantah tuduhan tersebut, namun pelaku yang emosi langsung menghujamkan karambit ke arah leher korban.
Artikel Terkait
Michael Carrick Ubah Manchester United Jadi Ancaman Nyata di Liga Inggris
Gadis 6 Tahun WNI Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura
PKL Makassar Cat Lapak Kuning, Pemkot Tegaskan Itu Tetap Pelanggaran
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Arab Saudi, Tekankan Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Negara