Dini hari tadi, Stadion Gewiss jadi saksi pertarungan sengit antara Atalanta dan Cremonese. Meski akhirnya tumbang dengan skor 1-2, ada satu nama dari kubu tamu yang mencuri perhatian: Emil Audero. Kiper Timnas Indonesia itu tampil luar biasa, menjadi penghalang utama bagi serangan-serangan ganas sang tuan rumah.
Atalanta, harus diakui, tampil lebih percaya diri. Mereka langsung menancapkan dominasi sejak bola digulirkan. Ancaman pertama datang dari Giacomo Raspadori di menit ke-9, tapi Audero dengan sigap menghalau bola itu. Tekanan berlanjut. Dan di menit ke-13, Nikola Krstovic berhasil membobol gawang Audero lewat sebuah tendangan akrobatik yang cantik di dalam kotak penalti. Gol itu seolah membenarkan superioritas Atalanta.
Memasuki menit ke-25, Davide Zappacosta menggandakan keunggulan. Ia menerobos dari sisi kanan, mengelabui satu pemain bertahan, lalu melepaskan tembakan keras yang tak lagi bisa ditahan Audero. 2-0 untuk Atalanta, skor yang bertahan hingga jeda.
Babak kedua, cerita tak banyak berubah. Atalanta terus menguasai permainan. Tapi di sinilah Emil Audero benar-benar bersinar. Dia seperti benteng yang sulit ditembus. Tembakan jarak jauh Ederson di menit 66? Ditepis. Sepakan keras Raspadori dan Kamaldeen Sulemana? Diamankan. Audero tampil heroik, menjaga agar Cremonese tak kebobolan lebih banyak.
Di sisi lain, lini serang Cremonese tampak kesulitan. Baru di penghujung waktu normal, mereka mulai memberikan ancaman. Bahkan, sempat ada sorak sorai dari pendukung Atalanta ketika Berat Djimsiti memasukkan bola ke gawang Audero di menit 90 1. Tapi wasit sudah mengangkat bendera. Offside. Gol tidak sah.
Drama justru terjadi di detik-detik akhir. Di menit 90 4, Morten Thorsby akhirnya membuka catatan gol Cremonese. Ia menyontek umpan silang terukur dari sayap dengan sempurna. 2-1. Sayangnya, gol itu datang terlalu terlambat. Peluit panjang pun segera berbunyi, mengukuhkan kemenangan tipis Atalanta.
Hasil ini cukup berarti bagi peta klasemen. Atalanta, di bawah asuhan Raffaele Palladino, kini mengumpulkan 39 poin dan nangkring di posisi ketujuh. Mereka cuma selisih dua poin dari Como di peringkat enam, zona yang mengarah ke kompetisi Eropa. Sementara Cremonese, dengan 23 poin, masih tercecer di urutan 16.
Jadi, meski tiga poin melayang, performa Emil Audero tadi malam layak dapat acungan jempol. Ia mungkin gagal membawa pulang poin, tapi penampilannya yang impresif itu tak bisa dipandang sebelah mata.
Susunan Pemain:
Atalanta (3-4-2-1): Carnesecchi; Scalvini, Djimsiti, Kolasinac (Kossounou 59’); Zalewski (Bernasconi 70’), Ederson, Pasalic, Zappacosta (Bellanova 59’); Samardzic (Sulemana 70’), Raspadori (Musah 78’); Krstovic.
Cremonese (3-5-2): Audero; Ceccherini (Terracciano 39’), Baschirotto, Luperto; Pezzella, Maleh, Thorsby, Grassi (Payero 63’), Barbieri (Zerbin 84’); Bonazzoli (Djuric 46’), Vardy (Sanabria 63’).
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Tersangka Suap Pengurusan Lahan
Prabowo Terima Undangan KTT Perdana Dewan Perdamaian Gaza di Washington
Supriadi: 18 Menit Berharga di Tengah Persaingan Ketat BRI Liga 1
Paspampres Tegaskan Pelaku Penganiayaan Ojol di Kembangan Bukan Anggotanya