PSSI Bantah Keterlibatan dalam Rekrutmen Pemain Diaspora

- Selasa, 10 Februari 2026 | 06:15 WIB
PSSI Bantah Keterlibatan dalam Rekrutmen Pemain Diaspora

Isu soal PSSI yang disebut-sebut merayu pemain diaspora untuk turun di Super League 2025-2026 akhirnya dibantah keras. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, dengan tegas menyebut kabar itu cuma teori konspirasi belaka. Menurutnya, tak ada intervensi federasi dalam proses transfer yang ramai terjadi belakangan ini.

Memang, fenomena kedatangan sepuluh pemain diaspora ke Liga Indonesia sedang jadi perbincangan hangat. Nama-nama seperti Jordi Amat, Thom Haye, Shayne Pattynama, hingga Ivar Jenner kini menghiasi klub-klub papan atas. Mereka datang satu per satu, seolah ada magnet kuat yang menarik mereka ke kompetisi domestik.

Nah, di sinilah spekulasi mulai bermunculan. Banyak yang menduga, gelombang kedatangan ini adalah skenario PSSI untuk memuluskan jalan para pemain itu membela Timnas Indonesia di Piala AFF mendatang. Turnamen regional itu, seperti diketahui, tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA sehingga aturan pemanggilan pemain lebih longgar.

Tapi Arya Sinulingga membuyarkan semua dugaan itu.

"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya," ujarnya di Jakarta, Senin (9/2/2026).
"Urusan duit. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ. Bayar-bayar enggak ada situ urusan PSSI. Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF," sambung pria berkacamata itu dengan nada sedikit kesal.

Ia lantas menjelaskan dengan gamblang. Menurut Arya, segalanya kembali ke mekanisme pasar dan kesepakatan finansial semata. Pemain punya harga, klub punya anggaran. Kalau cocok, ya deal. Kalau nggak, ya batal. Sederhana saja.

"Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub. Mana ada. Mana enggak pernah terjadi seperti itu," tambahnya tegas.

Di sisi lain, Arya juga menyoroti peran para pengamat. Ia merasa beberapa komentar yang beredar kurang cerdas dan cenderung gegabah. Ia mengimbau publik untuk lebih bijak dan tidak mudah termakan kabar yang belum jelas kebenarannya.

"Jadi udahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas gitu. Jangan enggak cerdas," tuturnya.
"Kalau enggak cerdas, nanti malu juga pengamatnya. Cari yang cerdas gitu lho. Malu lho. Di mana logikanya. Ya, jadi pengamat tuh harus cerdas juga, jangan enggak cerdas. Kasihan nanti dihitung orang logikanya. Ya?," pungkas Arya Sinulingga.

Poin utamanya jelas: PSSI sama sekali tidak punya andil dalam pembiayaan atau negosiasi gaji pemain. Semua itu murni urusan klub. Tanpa ada gaji dari federasi, kata Arya, mustahil bagi PSSI untuk mengatur perpindahan para pemain tersebut. Ia berharap polemik ini segera berakhir, dan fokus kembali ke sepak bola itu sendiri.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar