MURIANETWORK.COM - Seorang remaja laki-laki di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, membuat laporan palsu kepada orang tuanya. Ia mengaku menjadi korban begal pada Minggu (8/2) dini hari, padahal sebenarnya terlibat dalam aksi tawuran. Kebohongan itu terungkap setelah penyelidikan kepolisian dan klarifikasi dari keluarganya sendiri.
Klarifikasi Keluarga dan Polisi
Setelah kabar tersebut beredar, keluarga remaja itu memberikan penjelasan resmi. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa anaknya bukanlah korban kejahatan jalanan, melainkan terlibat dalam perkelahian antar kelompok.
Keterangan keluarga ini kemudian dikonfirmasi oleh pihak berwajib. Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menyatakan bahwa penyelidikan telah dilakukan dan menemukan fakta yang berbeda dari laporan awal.
“Betul, sudah diklarifikasi sama keluarga,” tegas Maman Firmansyah, Senin (9/2).
Motif di Balik Kebohongan
Lantas, apa yang mendorong remaja tersebut memilih berbohong? Ternyata, alasannya klasik namun sering kali menjadi pemicu: rasa takut akan konsekuensi di rumah.
Kapolsek Maman Firmansyah menjelaskan, remaja itu sengaja mengarang cerita begal untuk menutupi keterlibatannya dalam tawuran. Ia khawatir akan mendapat kemarahan dari orang tuanya jika kebenaran ini terungkap.
“Betul, supaya tidak dimarah orang tua,” ungkapnya, menguraikan motif sederhana di balik laporan yang sempat menghebohkan itu.
Insiden ini menyisakan pelajaran tentang komunikasi dalam keluarga dan bagaimana tekanan untuk tampil sempurna di mata orang tua dapat memicu tindakan impulsif, termasuk menyembunyikan kebenaran dengan cara yang keliru.
Artikel Terkait
Gaikindo Proyeksikan Penjualan Mobil 2026 Capai 850 Ribu Unit
Bareskrim Tahan Dua Petinggi PT Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Penipuan
Komunitas Lokal Jadi Kunci Pemerataan Internet di Daerah 3T
Andre Rosiade Bagikan Ribuan Sembako di Pesisir Selatan, Peringati HUT Gerindra