Remaja Bogor Laporkan Begal Palsu untuk Tutupi Keterlibatan Tawuran

- Selasa, 10 Februari 2026 | 07:35 WIB
Remaja Bogor Laporkan Begal Palsu untuk Tutupi Keterlibatan Tawuran

MURIANETWORK.COM - Seorang remaja laki-laki di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, membuat laporan palsu kepada orang tuanya. Ia mengaku menjadi korban begal pada Minggu (8/2) dini hari, padahal sebenarnya terlibat dalam aksi tawuran. Kebohongan itu terungkap setelah penyelidikan kepolisian dan klarifikasi dari keluarganya sendiri.

Klarifikasi Keluarga dan Polisi

Setelah kabar tersebut beredar, keluarga remaja itu memberikan penjelasan resmi. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa anaknya bukanlah korban kejahatan jalanan, melainkan terlibat dalam perkelahian antar kelompok.

Keterangan keluarga ini kemudian dikonfirmasi oleh pihak berwajib. Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menyatakan bahwa penyelidikan telah dilakukan dan menemukan fakta yang berbeda dari laporan awal.

“Betul, sudah diklarifikasi sama keluarga,” tegas Maman Firmansyah, Senin (9/2).

Motif di Balik Kebohongan

Lantas, apa yang mendorong remaja tersebut memilih berbohong? Ternyata, alasannya klasik namun sering kali menjadi pemicu: rasa takut akan konsekuensi di rumah.

Kapolsek Maman Firmansyah menjelaskan, remaja itu sengaja mengarang cerita begal untuk menutupi keterlibatannya dalam tawuran. Ia khawatir akan mendapat kemarahan dari orang tuanya jika kebenaran ini terungkap.

“Betul, supaya tidak dimarah orang tua,” ungkapnya, menguraikan motif sederhana di balik laporan yang sempat menghebohkan itu.

Insiden ini menyisakan pelajaran tentang komunikasi dalam keluarga dan bagaimana tekanan untuk tampil sempurna di mata orang tua dapat memicu tindakan impulsif, termasuk menyembunyikan kebenaran dengan cara yang keliru.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar