ujar Trump. Padahal, tenggat waktu sebenarnya adalah Januari 2025, tapi Trump memberi perpanjangan berkali-kali agar negosiasi bisa tuntas.
Lalu, bagaimana pembagian kue-nya? Investor baru Oracle, Silver Lake, dan MGX bakal menguasai 50 persen saham entitas TikTok AS. Sementara itu, investor lama ByteDance mengendalikan 30,1 persen, dan ByteDance sendiri mempertahankan 19,9 persen. Entitas baru inilah yang nantinya bertanggung jawab penuh soal moderasi konten dan perlindungan data pengguna AS. Oracle, selain investor, juga akan berperan sebagai "penjaga keamanan" yang memastikan semua aturan dipatuhi.
Namun begitu, tidak semua pihak puas. Sejumlah kritikus bersikeras bahwa kesepakatan ini belum sepenuhnya sesuai dengan undang-undang era Biden yang mensyaratkan pemisahan total. Mereka berargumen, undang-undang itu jelas menyebut ByteDance tidak boleh punya hubungan operasional dengan TikTok AS. Tapi, apakah ada yang akan menggugat? Itu masih jadi tanda tanya.
TikTok sendiri bersikukuh bahwa joint venture ini dibentuk sesuai perintah eksekutif Trump di bulan September. Model kerjasamanya unik: ByteDance akan menyewakan salinan algoritma kontennya ke entitas baru itu, lalu algoritma itu akan dilatih ulang menggunakan data pengguna AS. Selain itu, ByteDance ternyata masih memegang kendali atas aset-aset berharga seperti divisi periklanan dan TikTok Shop yang sedang naik daun.
Jadi, meski terlihat seperti solusi, jalan TikTok di AS masih belum sepenuhnya mulus. Kesepakatan ini mungkin bisa meredakan ketegangan untuk sementara, tapi tetap menyisakan ruang untuk pertanyaan dan kemungkinan konflik di masa depan.
Artikel Terkait
Hujan Tak Halangi 400 Pelajar Berdebat ala Sidang PBB di Jakarta
Pramono Anung Turun Langsung, Perintahkan Tambah Pompa di Titik Banjir Daan Mogot
Bahlil Anggap Target Lifting Minyak 1,6 Juta Barel Mustahil Dicapai
Banjir Bekasi Meluas, 30 Ribu Keluarga Terdampak dan Ribuan Mengungsi