Dokter Samira, yang lebih dikenal sebagai Doktif, akhirnya memenuhi panggilan penyidik di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (22/1) lalu. Ia datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik rekan sejawatnya, dokter Richard Lee. Tapi penampilannya saat tiba benar-benar mencuri perhatian.
Dia turun dari mobil dengan kondisi yang memprihatinkan. Duduk di kursi roda, di tangan kirinya masih tertancap jarum infus. Wajahnya tampak lesu di balik masker.
"Jadi mungkin hari ini Doktif habis pemeriksaan kesehatan. Bagaimanapun juga, saya sudah janji untuk kooperatif," ujarnya dengan suara lemah.
"Ya sudah, akhirnya saya memaksain aja. Sudahlah enggak apa-apa datang ke sini. Kita penuhi panggilan penyidiknya," tambah Doktif.
Selain batuk-batuk, dia mengaku kelelahan luar biasa. Penyebabnya sederhana: kurang istirahat dan beban stres yang menumpuk.
"Emang capek banget ya. Semalam sampai jam dua, jadi Doktif tuh capek banget dan emang stres banget. Jujur, saya stres banget," tuturnya.
Kondisi Kesehatan yang Drop
Menurut pengakuannya, sebelum menuju ke Polda, Doktif sempat mampir ke klinik. Kondisinya dinilai tidak baik-baik saja untuk langsung berurusan dengan hukum.
"Tadi darah Doktif rendah banget, sempat di angka 90/80. Pusing banget rasanya," ucapnya.
Rupanya, dia punya riwayat sinusitis yang mudah kambuh jika kelelahan. Dan hari itu, katanya, adalah puncaknya. "Kalau sudah kecapekan banget sampai sebegitunya, ya ini... drop banget," ungkap Doktif.
Meski sakit, dia bersikukuh menunjukkan sikap kooperatif. Bahkan, tanpa menyebut nama, Doktif seperti menyentil pihak lain yang sebelumnya mangkir dengan alasan serupa.
"Tolong ya, ini bukan untuk menyindir siapa-siapa, walaupun saya pakai masker," katanya.
"Bukan untuk menyindir pihak sebelah yang kemarin juga dikabarkan mangkir. Tapi bedanya, Doktif tetap berusaha kooperatif, tetap berusaha hadir meski harus begini. Kita tunjukkan kalau kita taat hukum."
Stres Bukan Karena Kasus Diri Sendiri
Menariknya, Doktif mengaku stresnya justru bukan berasal dari status tersangka yang melekat padanya. Pikirannya lebih tertuju pada nasib Richard Lee.
Artikel Terkait
Angkutan Laut Nataru 2025/2026: Penumpang PELNI Turun Tipis, OTP Tetap Bertahan di 98%
Banjir Rendam Mampang, Ojol Terpaksa Angkut Barang, Bukan Penumpang
Sinners Hancurkan Rekor Oscar, 16 Nominasi untuk Horor Epik Coogler
Anggota DPR Soroti Listrik Gratis dan Capaian Minyak ESDM di 2025