Visa AS Akan Tolak Penderita Diabetes & Obesitas Mulai 2026: Ini Aturan Barunya

- Sabtu, 15 November 2025 | 11:55 WIB
Visa AS Akan Tolak Penderita Diabetes & Obesitas Mulai 2026: Ini Aturan Barunya

Kebijakan Visa AS Terbaru: Penolakan Berdasarkan Kesehatan dan Usia Mulai 2026

Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Donald Trump telah mengeluarkan instruksi baru kepada Departemen Luar Negeri AS untuk menolak visa bagi warga negara asing dengan pertimbangan usia dan kondisi kesehatan tertentu. Kondisi kesehatan yang dimaksud termasuk diabetes dan obesitas, yang dianggap berpotensi menyebabkan individu menjadi beban publik bagi sistem kesehatan Amerika Serikat.

Kebijakan imigrasi AS dalam beberapa bulan terakhir telah menunjukkan berbagai inisiatif restriktif. Rencana tersebut mencakup persyaratan jaminan keuangan yang tinggi untuk pelancong, peningkatan biaya signifikan untuk visa pekerja H-1B, serta penolakan visa yang didasarkan pada penilaian terhadap pandangan politik pemohon.

Panduan Baru Visa AS dan Implementasinya

Panduan visa terbaru ini, yang dijadwalkan berlaku efektif mulai Januari 2026, disampaikan melalui surat kawat resmi dari Departemen Luar Negeri AS kepada seluruh perwakilan diplomatik dan konsuler di dunia pada awal November. Aturan ini menekankan pertimbangan mendalam terhadap kondisi medis calon imigran.

Berbagai penyakit masuk dalam daftar pertimbangan, seperti penyakit kardiovaskular, gangguan pernapasan, kanker, diabetes, penyakit metabolik dan neurologis, serta kondisi kesehatan mental. Pertimbangan ini diambil karena kondisi-kondisi medis tersebut berpotensi memerlukan biaya perawatan yang sangat besar.

Proses Pemeriksaan Medis untuk Calon Imigran

Setiap individu yang mengajukan permohonan visa tinggal permanen di Amerika Serikat diwajibkan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh oleh tenaga kesehatan yang telah disetujui pemerintah. Proses skrining medis ini mencakup tes untuk penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).

Pemohon juga wajib mengisi formulir yang merinci riwayat penggunaan narkoba atau alkohol, masalah kesehatan mental, atau latar belakang kekerasan. Selain itu, mereka harus menunjukkan bukti telah menerima vaksinasi untuk penyakit seperti campak, polio, dan hepatitis B.

Perluasan Wewenang Petugas Imigrasi

Arahan baru ini tidak hanya memperluas cakupan kondisi medis yang dipertimbangkan, tetapi juga memberikan kewenangan lebih besar kepada petugas imigrasi dalam mengevaluasi aplikasi visa. Keputusan penerimaan atau penolakan visa kini dapat didasarkan semata-mata pada status kesehatan pemohon dan kemampuannya dalam membiayai perawatan medis tanpa mengandalkan bantuan pemerintah.

Surat kawat tersebut secara eksplisit menanyakan, "Apakah pemohon memiliki sumber daya keuangan yang memadai untuk menutupi biaya perawatan medis tersebut sepanjang hidupnya tanpa mengajukan bantuan tunai publik atau perawatan jangka panjang yang dibiayai pemerintah?"

Kebijakan visa AS yang baru ini merepresentasikan pendekatan yang lebih ketat dalam proses seleksi imigran, dengan fokus pada dampak finansial yang mungkin timbul dari kondisi kesehatan pemohon.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar