Kementerian Haji dan Umrah punya skema baru untuk haji 2026. Mereka ingin layanan di puncak ibadah, terutama di Mina, jauh lebih maksimal. Caranya? Dengan menempatkan petugas yang sudah pernah berhaji langsung di lokasi sejak awal.
Harun Al Rasyid, Kepala Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) untuk 2025, menjelaskan strategi ini. Menurutnya, Mina adalah titik krusial. Pergerakan jamaah di sana sangat padat dan kompleks.
"Rencana tahun ini, petugas baik dari unsur perlindungan jamaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina," ujar Harun, Kamis (22/1/2025).
Penempatan ini dilakukan bersamaan dengan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah. Alhasil, petugas sudah lebih dulu siap siaga di Mina. Mereka akan menyambut dan memantau arus jamaah yang bergerak dari Arafah ke Muzdalifah, lalu akhirnya menuju Mina.
Dampaknya, pemantauan dan bantuan untuk jamaah diharapkan jadi lebih efektif. "Sehingga pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jamaah," kata Harun.
Lalu, bagaimana penyebarannya? Tahun ini, petugas PPIH akan mengisi 10 pos layanan di Mina. Ditambah lagi 10 pos di sepanjang jalur yang dilalui jamaah. Tidak hanya itu, petugas linjam dan lainnya juga akan disiagakan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat khususnya di lantai atas dan lantai 3, yang totalnya terdiri dari 5 pos.
Artikel Terkait
IRGC Ancam Blokade Total Selat Hormuz, Harga Minyak Bisa Tembus USD 200 per Barel
Bank BJB Dorong Ekonomi Regional Lewat Event Lari 4 Kota di Jawa
Saudi Aramco Catat Laba Bersih USD 104,7 Miliar pada 2025, Lampaui Proyeksi Analis
Lebaran 2026: Lebih dari 2,5 Juta Tiket Kereta Api Terjual, Masih Tersedia 1,9 Juta Kursi