Sebagai BUMD, Bank BJB punya komitmen kuat untuk mendorong perekonomian daerah. Tapi upaya mereka tak cuma lewat jalur konvensional. Menurut mereka, geliat ekonomi bisa digerakkan dari banyak sisi, termasuk program-program yang sifatnya lintas sektoral.
Corporate Secretary BJBR, Herfinia, memberi contoh konkret. "Ambil saja sport tourism. Event semacam ini nggak cuma soal lomba olahraga, tapi juga jadi wadah kolaborasi yang melibatkan banyak pihak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Nah, salah satu program terbaru yang mereka gelar adalah The Ultimate10K Series. Event lari ini unik karena menghubungkan empat kota sekaligus: Tangerang, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Kalau dilihat dari peta ekonomi, keempat kota itu membentang dari barat ke timur Pulau Jawa. Mereka membentuk satu koridor pertumbuhan yang saling terhubung. Karakternya pun beragam. Ada pusat industri modern, inkubator ekonomi kreatif, simpul distribusi, hingga penggerak ekonomi kawasan timur. Potensi sinerginya sangat besar.
"Kami, sebagai BPD terbesar di Indonesia, melihat peluang besar di sini. Sinergi antar kota ini bisa mendorong pertumbuhan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan," jelas Herfinia.
Visi ini sejalan dengan misi strategis bank. Mereka ingin jadi mitra utama pemerintah daerah, sekaligus memperluas akses keuangan lewat transformasi digital dan layanan berkelas dunia.
Hubungan erat dengan berbagai kota memang sudah terjalin. Kota Bandung dan Tangerang, misalnya, bukan cuma stakeholder tapi juga shareholder. Mereka rutin dapat kontribusi PAD dari dividen kinerja bank yang terus tumbuh.
"Selain jadi sumber PAD, kami hadir sebagai mitra strategis. Produk dan layanan kami dirancang untuk penguatan ekonomi lokal dan inklusi keuangan," tambah Herfinia.
Jaringan Bank BJB sendiri sudah cukup luas, mencakup 15 provinsi. Kehadirannya di Semarang dan Surabaya yang juga jadi bagian rangkaian lari ini memperkuat posisi mereka.
Rangkaian The Ultimate10K Series akan berlangsung sepanjang 2026. Peran bank di sini bukan sekadar sponsor. Mereka ingin jadi bagian integral dari ekosistem acara dengan menyediakan beragam layanan perbankan untuk memudahkan peserta dan masyarakat sekitar.
Yang menarik, UMKM lokal juga dilibatkan secara aktif. Bayangkan saja, ribuan peserta dan pengunjung yang datang pasti menggerakkan sektor lain: kuliner, transportasi, sampai produk kreatif khas daerah. Dampaknya langsung terasa.
Herfinia menutup dengan berbagi pengalaman. "Dari event serupa sebelumnya, dampak ekonominya luas. Peserta yang datang nggak cuma untuk lari. Mereka menghidupkan pariwisata, perhotelan, dan memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang."
(taufan sukma)
Artikel Terkait
Tentara Israel Tewas di Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata yang Masih Rawan
Persija Jamu Persis Solo demi Asa Juara, Laskar Sambernyawa Berjuang Hindari Degradasi
LRT Jabodebek Jadi Sponsor Festival IWE 2026, Dorong Mobilitas 12.000 Pengunjung
AC Milan vs Juventus Imbang 0-0, Persaingan Tiket Liga Champions Makin Ketat