MURIANETWORK.COM - Striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, dikabarkan menjadi target transfer Persebaya Surabaya untuk musim depan. Rumor ini menguat jelang penutupan bursa transfer paruh musim, meski klub dipastikan tidak akan merekrutnya untuk putaran kedua kompetisi 2025/2026. Sananta, yang saat ini masih terikat kontrak dengan DPMM FC, disebut telah masuk dalam rencana jangka menengah manajemen Green Force.
Rencana Jangka Panjang, Bukan Solusi Instan
Isu perpindahan Sananta ke Surabaya bukanlah hal baru, namun kini mendapat angin segar. Sumber dari akun Instagram pemerhati transfer sepak bola nasional, @gosball, mengindikasikan bahwa klub telah menaruh minat serius. Menanggapi pertanyaan warganet mengenai calon striker baru, akun tersebut memberikan jawaban yang cukup jelas.
"Sananta kemungkinan ke Persebaya musim depan," ungkap @gosball pada Rabu (4/2/2026).
Pernyataan singkat itu langsung memicu beragam spekulasi di kalangan suporter. Namun, pihak internal klub diyakini telah menetapkan strategi yang realistis, mengingat kendala utama yang ada di depan mata.
Kendala Kontrak dan Faktor Bernardo Tavares
Peluang mendatangkan Sananta pada putaran kedua musim ini dinilai sangat kecil. Penghalang utamanya adalah status kontraknya yang masih mengikat dengan klub Brunei Darussalam tersebut hingga 30 Juni 2026. Memboyongnya lebih awal berarti harus menyiapkan dana tebusan yang tidak sedikit, sebuah langkah yang dianggap kurang strategis di tengah musim.
Di balik rumor ini, ada satu nama yang menjadi faktor kunci: Bernardo Tavares. Hubungan kerja sama yang sukses antara pelatih asal Portugal itu dengan Sananta di PSM Makassar menjadi fondasi kuat minat Persebaya. Di bawah bimbingan Tavares pada musim 2022/2023, Sananta berkembang menjadi striker lokal paling produktif dengan torehan 11 gol, sekaligus membantu PSM meraih gelar juara Liga 1.
Relasi dan pemahaman taktis yang sudah terbangun itu dinilai sangat berharga untuk membangun lini depan Persebaya di masa depan.
Kecocokan Karakter dan Proyeksi Masa Depan
Dari segi karakter permainan, profil Sananta dinilai sangat cocok dengan DNA yang ingin dibangun Tavares di Persebaya. Sebagai striker yang pekerja keras, agresif dalam menekan pertahanan lawan, dan memiliki naluri gol yang baik, ia sejalan dengan filosofi permainan tim yang mengandalkan intensitas dan soliditas.
Oleh karena itu, manajemen Persebaya disebut memilih untuk bersabar dan menunggu momentum yang tepat, yaitu saat kontrak Sananta berakhir. Pendekatan ini memungkinkan klub merekrutnya tanpa biaya transfer, sebuah langkah yang lebih rasional secara finansial.
Dengan pendaftaran pemain putaran kedua yang akan ditutup pada Jumat, 6 Februari 2026, kejutan terakhir masih mungkin terjadi. Namun, untuk kasus Sananta, semua indikasi mengarah pada persiapan musim depan. Rumor ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi rencana yang konkret di meja manajemen. Bagi para pendukung setia, harapan untuk melihat sang striker membela tim kesayangan kini terasa semakin nyata, meski harus menunggu sedikit lebih lama.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Jepang di Semifinal Sejarah Piala Asia 2026
Alex Marquez Catat Waktu Tercepat di Tes Pramusim MotoGP Sepang
PSMS Medan Andalkan Trio Pemain Sulsel untuk Pacu Ambisi Promosi ke Liga 1
Juventus Kembali Incar Kolo Muani, Tapi Tak Mau Lepas Thuram