MURIANETWORK.COM - Optimisme kembali menggelora di markas PSMS Medan. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu menatap target tunggal: promosi ke Liga 1 Indonesia musim depan. Untuk mewujudkannya, manajemen klub mengandalkan strategi yang salah satunya bertumpu pada kontribusi pemain asal Sulawesi Selatan, yang dikenal dengan mentalitas tempur dan pengalaman kompetitifnya di kancah nasional.
Tri Tunggal Sulsel di Skuad Ayam Kinantan
PSMS Medan memang sengaja membangun fondasi tim dengan karakter yang tangguh. Tiga pemain asal Sulawesi Selatan Erwin Gutawa, Rifai Hi Marsi, dan Ahmad Wadil diharapkan menjadi pengaruh penting di lapangan. Mereka bukan sekadar nama, melainkan sosok yang diplot menempati posisi-posisi krusial.
Di jantung pertahanan, kehadiran Erwin Gutawa layaknya benteng kokoh. Bek kelahiran Bone ini membawa segudang pengalaman dari kariernya bersama PSM Makassar dan Bhayangkara FC. Ketenangannya di lini belakang menjadi sandaran bagi rekan-rekannya, termasuk Kim Jeung-Ho.
Sementara di sektor depan, kreativitas Rifai Hi Marsi asal Makassar diharapkan menjadi penggerak serangan. Yang menarik perhatian adalah performa Ahmad Wadil. Penyerang muda 22 tahun asal Parepare ini langsung menancapkan statusnya sebagai starter dalam dua laga pembuka tahun 2026, menunjukkan adaptasi yang cepat dan potensi yang menjanjikan.
Analisis dari Mantan Pelaku
Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Pengamat sekaligus mantan pemain PSMS, Julius Raja, melihat perkembangan signifikan dalam tubuh tim. Menurutnya, ada pematangan yang jelas baik dari sisi organisasi permainan maupun mentalitas para pemain.
“PSMS sekarang jauh lebih matang. Organisasi permainan sudah rapi, transisi bertahan ke menyerang berjalan baik, dan para pemain terlihat lebih percaya diri. Kalau tren ini dijaga, peluang promosi sangat terbuka,” tutur Julius Raja.
Ia menambahkan, laga kontra Sumsel United pada pertengahan Februari nanti akan menjadi pertaruhan penting. Julius menyarankan PSMS untuk mendominasi lini tengah dengan kombinasi umpan pendek dan umpan panjang, guna memanfaatkan kecepatan pemain sayap seperti Antoni Putro Nugroho.
Penyegaran Skuad dan Strategi Jangka Panjang
Guna mendukung ambisi tersebut, aktivitas bursa transfer PSMS terbilang agresif. Hingga saat ini, sudah sembilan nama baru yang direkrut untuk memperdalam kualitas skuad. Presiden Klub PSMS, Fendi Jonathan, mengisyaratkan bahwa pintu transfer belum sepenuhnya tertutup.
“Masih penjajakan (pemain baru), tunggu saja. Nanti saja,” ungkap Fendi.
Di antara nama-nama baru yang bergabung adalah Adlin Cahya, Abdul Zaki Alim, hingga Dani Saputra. Sebaliknya, manajemen juga melepas beberapa pemain seperti Ghozali Siregar dan Ade Jantra sebagai bagian dari penyegaran skuad.
Modal Menuju Liga 1
Pergerakan di bursa transfer ini menunjukkan keseriusan manajemen. Kedatangan sembilan pemain baru bukan hanya soal menambah kuantitas, tetapi juga upaya mitigasi risiko kelelahan dan cedera di tengah jadwal kompetisi Liga 2 yang padat dan menuntut.
Mentalitas juara dan disiplin yang dibawa Erwin Gutawa diharapkan menular ke seluruh lini. Sementara energi segar dan kepercayaan diri Ahmad Wadil bisa menjadi faktor kejutan yang sulit ditebak lawan. Kombinasi antara pengalaman dan semangat muda ini menjadi resep yang diracik pelatih Eko Purdjianto.
Namun, jalan menuju promosi tentu tidak mudah. Ujian nyata akan segera datang dalam laga-laga mendatang, termasuk saat berhadapan dengan Persekat Tegal dan Bekasi City. Pertandingan-pertandingan itulah yang akan membuktikan apakah PSMS Medan benar-benar sudah siap naik kelas.
Artikel Terkait
Penyerang Tajikistan Sherriddin Boboev Tiba di Indonesia, Segera Perkuat PSM Makassar
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Jepang di Semifinal Sejarah Piala Asia 2026
Alex Marquez Catat Waktu Tercepat di Tes Pramusim MotoGP Sepang
Juventus Kembali Incar Kolo Muani, Tapi Tak Mau Lepas Thuram