MURIANETWORK.COM - Kementerian Keuangan merespons penyesuaian outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody's Ratings dari 'stabil' menjadi 'negatif'. Meski demikian, lembaga pemeringkat global itu tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, yang masih satu tingkat di atas batas investment grade. Respons ini disampaikan pemerintah setelah Moody's menyelesaikan serangkaian diskusi dan kunjungan dengan berbagai otoritas di Jakarta pada akhir Januari 2026.
Proses Asesmen dan Poin Penguatan yang Diakui
Penilaian Moody's ini merupakan hasil akhir dari proses asesmen mendalam yang melibatkan diskusi dengan sejumlah kementerian dan lembaga inti. Dalam laporannya, Moody's mengakui sejumlah pilar ketahanan ekonomi Indonesia yang menjadi fondasi profil kredit negara.
Pertumbuhan PDB riil dipandang stabil dalam jangka menengah, didukung oleh kekayaan sumber daya alam dan struktur demografi yang menguntungkan. Disiplin fiskal dan moneter juga dianggap berhasil menjaga beban utang pemerintah tetap terkendali, sementara inflasi yang stabil memperkuat landasan ekonomi domestik. Kemampuan institusi dalam merespons tekanan eksternal, termasuk stabilisasi nilai tukar, turut dicatat sebagai kekuatan utama.
Kemenkeu menjelaskan bahwa Moody's memahami upaya pemerintah dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi. "Moody’s memahami pemerintah Indonesia sedang berupaya melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Hal ini penting sebagai prasyarat menjadi negara maju," ungkapnya dalam pernyataan resmi, Kamis (5/2/2026).
Fokus pada Transformasi Fundamental dan Peran Baru
Pemerintah menegaskan bahwa upaya mencapai pertumbuhan tinggi kini menemukan momentum, dengan fokus pada perubahan fundamental dalam tata kelola ekonomi. Dalam kerangka ini, kebijakan fiskal tidak hanya berfungsi sebagai alat pengelolaan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang aktif.
Peran ini dinilai mendapatkan energi baru dengan kehadiran Danantara, yang diharapkan menjadi mesin pertumbuhan melalui pengelolaan aset dan investasi strategis. Sementara itu, APBN difungsikan sebagai katalis untuk menciptakan ekosistem yang sehat, dengan belanja yang lebih menyasar langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat melalui berbagai program prioritas.
Catatan dan Komitmen Pemerintah
Di sisi lain, Moody's juga memberikan catatan mengenai pentingnya menjaga prediktabilitas kebijakan, komunikasi publik, serta koordinasi yang solid antarlembaga di tengah transisi yang berlangsung. Penguatan basis penerimaan negara untuk mendukung belanja prioritas juga disoroti sebagai faktor kunci.
Pemerintah menyatakan apresiasinya atas penilaian yang komprehensif tersebut. "Pemerintah mengapresiasi asesmen Moody's yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi Baa2, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif," jelas Kemenkeu.
Ke depan, komitmen untuk terus melakukan transformasi ekonomi dan menghidupkan semua mesin pertumbuhan ditegaskan kembali. Pemerintah bersama Bank Indonesia berjanji menjaga stabilitas harga dan nilai tukar, serta mengoptimalkan sinergi antara kebijakan fiskal dan instrumen strategis seperti Danantara. Berbagai upaya untuk menghilangkan hambatan usaha juga akan terus digenjot.
Optimisme Didukung Data Terkini
Optimisme pemerintah dilandasi oleh indikasi perbaikan ekonomi yang mulai terlihat sejak semester kedua 2025. Konfirmasi datang dari kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen, melampaui ekspektasi banyak pihak.
Kemenkeu menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa momentum positif ini akan berlanjut. "Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dengan komitmen pengelolaan ekonomi yang makin baik, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat, dan investasi yang meningkat di berbagai sektor sebagai indikator makin kuatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia," tutupnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Kerahkan Satgas Saber untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang HBKN 2026
PM Australia Anthony Albanese Tiba di Jakarta untuk Tandatangani Traktat Keamanan Bersejarah dengan Prabowo
Menkeu Tegaskan Pengisian Ketua OJK Harus Lewat Pansel, Bantah Isu Penunjukan Langsung
Jaecoo Catat 12.000 Pemesanan untuk J5 EV di Indonesia, 3.000 Unit Telah Terkirim