Saudi Aramco Catat Laba Bersih USD 104,7 Miliar pada 2025, Lampaui Proyeksi Analis

- Kamis, 12 Maret 2026 | 08:00 WIB
Saudi Aramco Catat Laba Bersih USD 104,7 Miliar pada 2025, Lampaui Proyeksi Analis

Laporan keuangan Saudi Aramco untuk tahun 2025 baru saja dirilis, dan hasilnya sungguh mencengangkan. Raksasa minyak milik Arab Saudi itu berhasil mencetak laba bersih sebesar USD 104,7 miliar, atau jika dikonversi, setara dengan Rp 1.700 triliun. Angka ini, dilaporkan Reuters Kamis lalu, ternyata melampaui proyeksi yang dibuat oleh para analis pasar.

Kalau dilihat per kuartal, kinerja mereka di akhir tahun juga solid. Laba bersih kuartal keempat mencapai USD 25,1 miliar, lagi-lagi di atas perkiraan konsensus. Tampaknya, perusahaan ini tahu betul bagaimana mempertahankan momentum.

Nah, yang bikin para investor senang tentu saja soal dividen. Aramco mengumumkan dividen dasar untuk kuartal IV sebesar USD 21,89 miliar. Jumlah itu naik sekitar 3,5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, dan rencananya akan dibayarkan di kuartal pertama 2026. Buat pemegang saham, ini jelas kabar baik.

“Aramco tetap menjadi salah satu pembayar dividen terbesar di dunia dan sumber pendapatan penting bagi Arab Saudi,” begitu kira-kira poin penting dari laporan mereka. Memang, total pembagian dividen sepanjang 2025 mencapai USD 85,5 miliar. Yang menarik, perusahaan tetap memprioritaskan hal ini meski harga minyak mentah sempat mengalami tekanan tahun lalu.

Di sisi lain, manajemen punya strategi lain. Mereka meluncurkan program buyback saham hingga USD 3 miliar, yang akan berjalan selama satu setengah tahun ke depan. Langkah ini biasanya ditujukan untuk mendukung harga saham di pasar.

Dan bicara soal harga saham, kinerja Aramco di bursa belakangan ini cukup panas. Sahamnya meroket dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pemicunya? Harga minyak dunia yang melonjak akibat kekhawatiran akan gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan di sekitar Iran.

Sekarang, semua mata tertuju pada apakah sang raksasa eksportir minyak mentah terbesar di dunia ini benar-benar bisa memetik keuntungan lebih besar dari situasi geopolitik yang memanas dan lonjakan harga komoditas andalannya. Tantangan ke depan masih panjang, tapi setidaknya untuk 2025, mereka menutup tahun dengan gemilang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar