Harun punya alasan praktis. "Jarak antara tenda Mina dengan pos di Jamarat cukup jauh. Karena itu, petugas sudah kita tempatkan langsung di lokasi agar saat jamaah tiba, petugas sudah siap dan tenaga mereka tidak terkuras," jelasnya.
Ia menegaskan, malam pertama perpindahan jamaah dari Muzdalifah ke Mina lalu ke Jamarat adalah momen paling rentan. Potensi kepadatan dan kelelahan melonjak tinggi. Dalam kondisi seperti itu, jamaah bisa membutuhkan pertolongan dengan sangat cepat.
"Di situlah kita anggap lebih efektif jika petugas yang sudah berhaji ditempatkan langsung di pos-pos tersebut," ujarnya.
Kebijakan ini sebenarnya buah dari evaluasi bertahun-tahun. Memang, penyelenggaraan haji sebelumnya sudah berjalan cukup baik. Namun begitu, Kementerian Haji dan Umrah terus berupaya menyempurnakannya.
"Yang kemarin dirasa belum efektif, tahun ini kita efektifkan lagi, baik dari segi penempatan maupun penguatan personel di lapangan," pungkas Harun.
Artikel Terkait
Prabowo Serang Greedynomics di Davos, Ungkap Rebutan 4 Juta Hektar Lahan Ilegal
OJK Dorong Bank Kecil Perkuat Diri, Konsolidasi Jadi Opsi
Prabowo Perintahkan Intensifikasi Teknologi Hujan Buatan Atasi Banjir Jakarta
iCAR V23 Siap Gempur Pasar EV Indonesia di IIMS 2026