Pemanggilan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia oleh Presiden Prabowo Subianto ke istana awalnya menimbulkan spekulasi mengenai reshuffle kabinet.
Namun pemanggilan itu terkait rencana menambah kepemilikan saham pemerintah di PT Freeport Indonesia lebih dari 10 persen.
“Awalnya disepakati 10 persen, tapi setelah negosiasi bisa lebih dari itu,” kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Senin, 15 September 2025
Dikutip dari Instagram RMOL, Selasa, 16 September 2025, penjelasan Bahlil soal kepemilikan saham Freeport justru dihujani komentar nyinyir warganet.
Beberapa warganet berharap pemanggilan tersebut seharusnya terkait dengan pencopotan Bahlil dari menteri Kabinet Merah Putih.
Kegeraman warganet kemudian dikaitkan dengan sosok Bahlil yang dianggap sebagai gerbong Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias ternak Mulyono (termul).
“Semoga dia dicopot juga...termul ini..,” tulis pemilik akun @febli_solendra.
“Ini seharusnya org pertama yg dipecat,” timpal akun @ratnadewi595.
Warganet lainnya turut menyarankan agar Bahlil mengundurkan diri sebelum dipecat. Hal itu supaya Ketua Umum Partai Golkar ini tidak mengalami malu yang berlipat.
“Mundur aja pak daripada dipecat malunya dobel,” imbuh akun @scoot_man83.
Warganet lainnya mengomentari soal teknis permasalahan saham PT Freeport. Mereka berharap agar saham perusahaan milik Amerika Serikat itu bisa dimiliki seluruhnya oleh pemerintah.
Sebanyak 252 warganet sudah meng-likes postingan tersebut hingga berita ini diturunkan.
Sumber: rmol
Foto: Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025. (Foto: Sekretariat Presiden RI)
Artikel Terkait
Persiba Balikpapan Selamat dari Degradasi Usai Kalahkan Persekat Tegal 2-1 di Laga Panas Penuh Kontroversi
Persik Kediri Hajar Semen Padang 3-0 di Kandang, Perpanjang Derita Tim Terdegradasi
Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah per Bulan untuk Bahan Bakar Pesawat
Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu Berawan, Hujan Ringan-Sedang Berpotensi di Sejumlah Daerah