Dubes Iran Buka Suara: Ribuan Tewas dalam Kerusuhan, Mayoritas Aparat

- Kamis, 22 Januari 2026 | 23:10 WIB
Dubes Iran Buka Suara: Ribuan Tewas dalam Kerusuhan, Mayoritas Aparat

Konferensi pers yang digelar di kediaman dinasnya di Menteng, Jakarta, Kamis lalu, menyajikan data yang suram. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, secara resmi mengungkap angka korban jiwa dari kerusuhan besar-besaran yang pernah mengguncang negaranya. Jumlahnya mencapai ribuan.

“Berdasarkan angka statistik yang dikeluarkan oleh kepolisian forensik di Republik Islam Iran, 3.117 jiwa menjadi korban dari peristiwa belakangan ini,” jelas Boroujerdi.

Menurutnya, mayoritas dari mereka yang tewas adalah aparat. Polisi dan petugas keamanan yang sedang bertugas mengamankan lokasi-lokasi kerusuhan. Tapi bukan cuma mereka. Ada juga warga sipil biasa yang tak bersalah ikut menjadi korban.

“Di mana 2.427 masyarakat dianggap sebagai pihak yang mati syahid, yaitu mereka berasal dari kalangan aparatur negara, aparat keamanan, aparat yang memberikan jasa kepada masyarakat, maupun masyarakat yang tidak berdosa yang menjadi korban dari upaya memperjuangkan proyek menciptakan jumlah korban yang sangat banyak. Mereka adalah korban dari kebijakan tersebut,” ujarnya.

Dari kalkulasinya, sekitar dua pertiga total korban berasal dari aparat yang sedang menjalankan tugas dan warga tak bersalah. Sebuah proporsi yang cukup mencengangkan.

Namun begitu, Boroujerdi berusaha memberikan penjelasan. Ia memastikan aparat kepolisian di lapangan sudah dapat peringatan keras. Intruksinya jelas: jangan menembak ke bagian tubuh vital. Kebijakan ini dibuat untuk meminimalisir korban jiwa selama kerusuhan berlangsung.

Ironisnya, situasinya justru berbalik. Alih-alih warga sipil yang banyak jatuh, justru banyak petugas kepolisian sendiri yang berakhir menjadi korban.

“Dan untuk aparat kepolisian yang melawan pihak yang melakukan kerusuhan, lebih banyak mereka melakukan penembakan di bagian badan agar tidak menciptakan korban,” pungkasnya menutup pernyataan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar