Konferensi pers yang digelar di kediaman dinasnya di Menteng, Jakarta, Kamis lalu, menyajikan data yang suram. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, secara resmi mengungkap angka korban jiwa dari kerusuhan besar-besaran yang pernah mengguncang negaranya. Jumlahnya mencapai ribuan.
“Berdasarkan angka statistik yang dikeluarkan oleh kepolisian forensik di Republik Islam Iran, 3.117 jiwa menjadi korban dari peristiwa belakangan ini,” jelas Boroujerdi.
Menurutnya, mayoritas dari mereka yang tewas adalah aparat. Polisi dan petugas keamanan yang sedang bertugas mengamankan lokasi-lokasi kerusuhan. Tapi bukan cuma mereka. Ada juga warga sipil biasa yang tak bersalah ikut menjadi korban.
“Di mana 2.427 masyarakat dianggap sebagai pihak yang mati syahid, yaitu mereka berasal dari kalangan aparatur negara, aparat keamanan, aparat yang memberikan jasa kepada masyarakat, maupun masyarakat yang tidak berdosa yang menjadi korban dari upaya memperjuangkan proyek menciptakan jumlah korban yang sangat banyak. Mereka adalah korban dari kebijakan tersebut,” ujarnya.
Artikel Terkait
Gejolak Harga Minyak Ancam BBM, Pengemudi Ojol Beralih Listrik Justru Tenang
Lima Kapal Diserang dalam Dua Hari, Keamanan Jalur Vital Teluk Makin Terancam
Prabowo Serukan Penghentian Aksi Militer ke MBS, Siap Jadi Mediator
Kemkomdigi Perketat Patroli Siber untuk Tangkal Penipuan Mudik dan Hoaks Jelang Lebaran