Gubernur DKI Bantah Pasar Sepi, Pedagang Daging Dinilai Tetap Buka Lapak

- Kamis, 22 Januari 2026 | 12:35 WIB
Gubernur DKI Bantah Pasar Sepi, Pedagang Daging Dinilai Tetap Buka Lapak

Menurutnya, keputusan untuk buka atau tutup toko bukanlah wewenang mutlak sebuah asosiasi. Ada faktor lain yang lebih menentukan. "Karena untuk berjualan di Jakarta itu juga menjadi bagian yang tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya untuk berjualan," tambahnya. Intinya, urusan perut dan nafkah sehari-hari seringkali berbicara lebih keras daripada sekadar seruan.

Lantas, apa yang memicu aksi mogok ini? Rupanya, ini adalah bentuk protes yang sudah matang rencananya. Lewat Surat Nomor 175/PABB-APDI/I/2026, DPD APDI DKI Jakarta resmi mengajak anggotanya untuk menghentikan penjualan daging sapi. Aksi direncanakan berlangsung tiga hari, dari Kamis hingga Sabtu (24/1).

Pemicu utamanya adalah harga sapi hidup di tingkat peternak yang melonjak tak terkendali. Kenaikan di hulu ini otomatis menyeret harga daging sapi di pasaran ikut naik. Namun begitu, di sisi lain, daya beli masyarakat justru terlihat lesu. Pedagang eceran terjepit: beli mahal, tapi tak bisa jual mahal-mahal amat karena barang bisa tidak laku.

Yang jadi keluhan utama para pedagang, menurut asosiasi, adalah belum adanya kepastian dari pemerintah. Mereka merasa belum dapat jaminan soal stabilitas harga ke depan. Kondisi inilah yang akhirnya memuncak jadi seruan mogok, sebagai cara untuk menyuarakan tekanan yang mereka rasakan. Sekarang, tinggal menunggu realita di lapangan apakah seruan itu solid, atau seperti dugaan Gubernur, banyak yang tetap buka karena tuntutan ekonomi.


Halaman:

Komentar