Di sisi lain, ada anggapan bahwa langkah seperti ini bisa mengganggu iklim investasi. Trubus justru berpendapat sebaliknya. Kebijakan yang konsisten dan penegakan hukum yang jelas justru akan menciptakan kepastian bagi pelaku usaha yang patuh.
"Yang terdampak bukan investasi, melainkan praktik usaha yang menyimpang dari regulasi. Dalam jangka panjang, kebijakan seperti ini justru memperkuat kepastian usaha dan tata kelola," tegas dia.
Lebih jauh, langkah pencabutan izin ini juga dipandang sebagai upaya preventif. Tujuannya, menekan risiko kerusakan lingkungan dan biaya sosial-ekonomi jangka panjang yang bisa jauh lebih besar mulai dari bencana ekologis hingga konflik lahan.
"Kebijakan lingkungan yang kredibel pada akhirnya bukan hanya melindungi ekosistem, tetapi juga melindungi kepentingan fiskal dan sosial negara," kata Trubus.
Harapannya, langkah ini bisa jadi preseden. Ia berharap diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan lain yang berpotensi bermasalah.
"Jika konsisten, kebijakan ini akan memperkuat fondasi tata kelola lingkungan Indonesia dan menegaskan bahwa pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan kepatuhan pada aturan," pungkasnya.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas