Sampah Menggunung di Ciputat, Warga Resah Ancaman Penyakit

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:35 WIB
Sampah Menggunung di Ciputat, Warga Resah Ancaman Penyakit

Bau menusuk dan tumpukan yang kian membubung masih jadi pemandangan di sekitar Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, hingga Sabtu (27/12/2025) siang. Warga yang melintas tak bisa menutupi kekhawatiran mereka. Bukan cuma soal bau, tapi ancaman penyakit yang bisa muncul dari gunungan sampah itu.

Rizal (32), salah seorang warga, menggeleng-geleng melihat kondisi itu. Menurutnya, masalahnya sudah melampaui sekadar ketidaknyamanan. "Sudah makan jalan, setengah jalan ini," ujarnya, sambil menunjuk tumpukan yang mempersempit ruas jalan. Seharusnya, pejalan kaki bisa lewat dengan lega. "Ini tuh mengganggu banget ini," tambahnya.

Kekhawatiran utamanya jelas: kesehatan. "Iya, takut ada penyakit. Jangan ditanya," katanya. Rizal menceritakan belatung-belatung dari tumpukan sampah itu sudah merayap hingga ke jalan. Harapannya sederhana, tapi mendesak. "Kalau bisa cepat diselesaikanlah, cari solusi, cepat diangkut."

Di sisi lain, Wawan (51) sepertinya sudah lelah mengeluh. Ia paham betul akar masalahnya. "Ya kita mau ngomel gimana-gimana," ucapnya dengan nada pasrah. Menurutnya, warga yang terus membuang sampah di titik itu juga karena bingung. "Orang mau ngomel orang buang sampah ke mana lagi. Di sono penampungan nggak diangkut."

Ia mengaku tidak bisa melarang orang membuang sampah di lokasi yang memang sudah jadi titik penumpukan. Situasinya seperti lingkaran setan. Meski begitu, harapannya sama dengan warga lainnya. "Iya itu, mudah-mudahan cepat diangkut," ujar Wawan, mengiyakan soal ancaman penyakit yang mungkin timbul.

Suara kedua warga ini mewakili keresahan yang lebih luas. Tumpukan sampah di Ciputat bukan lagi sekadar masalah kebersihan semata, tapi sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan menebar ancaman bagi kesehatan publik. Mereka menunggu tindakan nyata, dan solusi yang tak sekadar tambal sulam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar