Di tengah maraknya Program Magang Nasional, muncul keluhan yang cukup mengusik. Beberapa peserta magang ternyata dimintai sejumlah uang oleh perusahaan tempat mereka bernaung. Tak hanya itu, ada juga yang kontraknya diputus begitu saja di tengah jalan. Praktik-praktik ini tentu jauh dari semangat awal program yang digagas pemerintah.
Keluhan ini pun akhirnya mencuat ke permukaan. Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menaker Yassierli di Senayan, Rabu lalu, Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh menyuarakan langsung aduan masyarakat tersebut.
"Beberapa ada yang memutus kontrak di tengah jalan dengan peserta magang karena katanya perusahaan tidak membutuhkan tambahan pekerja," ujar Nihayatul.
Ia melanjutkan, masalahnya tak berhenti di situ. Menurutnya, ada juga perusahaan yang berbuat curang. Jobdesk yang ditawarkan di awal ternyata tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Yang lebih parah, ada oknum yang berani meminta uang dari para peserta magang.
"Ada yang mempekerjakan tidak sesuai jobdesk yang ditawarkan di awal, dan juga ada yang meminta uang kepada peserta magang. Itu juga sudah ramai di media sosial," tambahnya.
Lantas, bagaimana respons pemerintah?
Artikel Terkait
Tito Desak Cairkan Rp10,6 Triliun untuk Sumatera yang Porak-poranda
Polisi Amankan Dua Pria di Tangerang, Sita Ratusan Butir Tramadol Ilegal
Berguinho Bertekad Pertahankan Puncak Klasemen untuk Persib
Jakarta Terengah-engah, Ruang Hijau Baru 5,6 Persen