Di tengah maraknya Program Magang Nasional, muncul keluhan yang cukup mengusik. Beberapa peserta magang ternyata dimintai sejumlah uang oleh perusahaan tempat mereka bernaung. Tak hanya itu, ada juga yang kontraknya diputus begitu saja di tengah jalan. Praktik-praktik ini tentu jauh dari semangat awal program yang digagas pemerintah.
Keluhan ini pun akhirnya mencuat ke permukaan. Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menaker Yassierli di Senayan, Rabu lalu, Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh menyuarakan langsung aduan masyarakat tersebut.
"Beberapa ada yang memutus kontrak di tengah jalan dengan peserta magang karena katanya perusahaan tidak membutuhkan tambahan pekerja," ujar Nihayatul.
Ia melanjutkan, masalahnya tak berhenti di situ. Menurutnya, ada juga perusahaan yang berbuat curang. Jobdesk yang ditawarkan di awal ternyata tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Yang lebih parah, ada oknum yang berani meminta uang dari para peserta magang.
"Ada yang mempekerjakan tidak sesuai jobdesk yang ditawarkan di awal, dan juga ada yang meminta uang kepada peserta magang. Itu juga sudah ramai di media sosial," tambahnya.
Lantas, bagaimana respons pemerintah?
Menanggapi temuan itu, Menaker Yassierli tak menampik. Ia mengaku pihaknya sudah menerima laporan serupa dan langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti. Beberapa perusahaan yang terbukti melanggar sudah mendapat teguran resmi dari Kemnaker.
"Kami dapatkan laporan, langsung kita tindak lanjuti. Sudah ada beberapa perusahaan yang kita tegur," tegas Yassierli.
Ia berjanji evaluasi akan terus digulirkan. Tujuannya jelas: memastikan hak-hak peserta magang benar-benar terlindungi dan program ini tidak menyimpang dari misi utamanya, yaitu meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja.
"Sudah ada beberapa perusahaan yang memang kita lihat, kalau memang itu kasusnya, kita tindak lanjuti, dan kita terus akan evaluasi," pungkasnya.
Soal apakah teguran ini cukup untuk memberi efek jera, masih harus ditunggu hasilnya. Yang pasti, kasus ini jadi pengingat bahwa program sebaik apa pun tetap rentan disalahgunakan.
Artikel Terkait
Thailand U-19 Kalah 0-2 dari Australia di Final Piala AFF, Pelatih Justru Bangga
Kemendikdasmen Revitalisasi 16.167 Sekolah hingga 2025, Tahun Ini Target Rampung Sambut Tahun Ajaran Baru
Trump Rayakan Ultah ke-80 di Gedung Putih dengan Gelaran UFC Mewah Berbiaya 60 Juta Dolar
Kementerian PU Alokasikan Rp1,65 Triliun untuk Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat pada 2027