Rotasi Pejabat Ekonomi: Momentum Perkuat Sinkronisasi Fiskal-Moneter

- Selasa, 20 Januari 2026 | 20:15 WIB
Rotasi Pejabat Ekonomi: Momentum Perkuat Sinkronisasi Fiskal-Moneter

Rencana perpindahan pejabat tinggi antara Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Deputi Gubernur BI Juda Agung terus jadi perbincangan hangat. Bukan cuma soal orangnya, tapi lebih pada apa arti langkah ini untuk perekonomian kita ke depan. Banyak yang melihat, ini justru peluang emas. Koordinasi antara kebijakan fiskal pemerintah dan moneter bank sentral, yang kadang terasa kurang greget, bisa makin diperketat.

Josua Pardede, sang Chief Economist dari Permata Bank, termasuk yang bersikap optimis. Menurut dia, langkah ini bisa jadi sinyal positif untuk tata kelola kebijakan ekonomi. Syaratnya sih sederhana: transparansi dan profesionalisme harus jadi prinsip utama.

"Dukungan Menkeu bisa dibaca positif bila dimaknai sebagai upaya merapikan koordinasi fiskal-moneter agar pembiayaan negara, pengelolaan likuiditas, dan stabilitas nilai tukar berjalan lebih sinkron," jelas Josua kepada media, Selasa lalu.

Dia menambahkan satu hal krusial. Di tengah proses transisi yang rentan ini, kepercayaan pasar harus dijaga. Caranya? Dengan paket komunikasi yang konsisten dan penegasan batas peran masing-masing lembaga. Kalau koordinasi bisa lebih rapi, harapannya kebijakan moneter dan fiskal bisa seiring sejalan. Hasilnya, stabilitas nilai tukar terjaga dan momentum pertumbuhan ekonomi tetap bisa dipacu.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya penegasan sendiri. Rencana ini, katanya, bagian dari upaya pemerintah menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter. Tujuannya jelas: mendongkrak target pertumbuhan ekonomi.


Halaman:

Komentar